Monthly Archives: November 2016

Cerita #AksiBelaQur’an 411.

Benar kata seorang teman. Qur’an itu Al-Furqan, pembeda. Satu ayatnya saja sudah cukup untuk membuktikan mana yang benar beriman dan mana yang munafiq.

Akmal Sjafril

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

411

Perihal aksi pembelaan Al-Qur’an yang sedang ramai dibicarakan kemarin: 411, rupanya banyak sekali pihak yang pro maupun kontra terhadap jalannya demo tersebut. Sebagai jurnalis awam yang berusaha untuk memberikan informasi berdasarkan fakta di lapangan, saya akan mencoba mendeskripsikan kisah-kisah yang terjadi pada aksi 411 kemarin.

Aksi Bela Qur’an 411, Inilah Ceritaku

Alhamdulillah pagi ini, saya dan suami–Mega Susanto, juga adik ipar saya–Fahrur Rozi, mengambil keputusan untuk mengikuti aksi pada tanggal 4 November 2016 kemarin bersama puluhan ribu umat Islam lainnya dari berbagai penjuru di tanah air.

img_20161104_094436

Pagi itu saya sampai di Masjid Istiqlal dengan transportasi TransJakarta dari arah Cempaka Putih sampai ke Halte Juanda. Saya pun kaget melihat antusias warga sekitar bahkan beberapa dari mereka yang datang dari luar kota memenuhi kawasan Masjid Istiqlal. Tidak hanya kawula muda saja, tetapi para lansia pun turut serta dalam aksi damai ini.

img_20161104_144240

Sesampainya di Halte TransJakarta Juanda pada pukul 10:30 pagi, saya langsung bergabung dengan beberapa akhwat yang baru saja saya kenal. Di sana saya melihat banyak sekali peserta aksi yang datang dengan TransJakarta, kereta, maupun kendaraan pribadi. Mulai dari ibu-ibu yang penampilannya level menengah ke atas, sampai bapak-bapak serta anak muda yang terlihat begitu sederhana. Mereka saling membantu satu sama lain untuk menuju ke Masjid Istiqlal tanpa keributan dan kericuhan.

img_20161104_132714

Menjelang waktu shalat Jum’at, saya dan beberapa akhwat berjalan ke arah Masjid Al Mahkamah. Di sana juga banyak ibu-ibu yang sedang menunggu para suaminya selesai menunaikan ibadah shalat Jum’at. Seusai shalat Jum’at, para akhwat pun bergantian shalat. Dan saya sangat suka sekali suasana pada Jum’at siang itu. Sangat damai dan aman.

img_20161104_145212

Setelah para akhwat selesai shalat, saya dan rombongan melewati jalan menuju Patung Kuda. Orasi pun dimulai. Di sana ada beberapa pos konsumsi dari relawan. Sepanjang jalan ke arah Patung Kuda, ada banyak akhwat yang bingung mau jalan ke mana karena rupanya banyak jalan yang ditutup.

img_20161104_152047

Saat kami menuju Masjid Bank Indonesia, kami pun ikut orasi dengan forum Masjid Mushalla Bintaro. Di sana sangat ramai namun aman terkendali. Makan siang pun disponsori oleh relawan yang berada di pinggir jalan sepanjang aksi berlangsung. Ada nasi kotak, nasi bungkus, air mineral, susu, snack, dan yang lainnya.

img_20161104_145359

Kemudian kami melanjutkan aksi dari Masjid Bank Indonesia ke arah Patung Kuda. Sesampainya di sana, kami mendengarkan orasi dan ada banyak umat yang saling bersahutan saat menyerukan takbir. Sampai pukul 3 sore, kami kembali lagi menuju Masjid Bank Indonesia untuk shalat Ashar. Dan sampailah pada pukul 4 sore, kami memutuskan untuk kembali pulang dan ternyata arus jalan masih padat merayap. Beberapa jalur di dekat Tugu Tani pun sudah mulai ada yang dibuka sehingga tidak begitu macet. Situasi selama aksi berlangsung aman dan terkendali.

Cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Semua yang tertulis di sini adalah fakta dan tidak ada yang dikurangi atau dilebihkan.

Narasumber: Ria Restu Hati.

Umat Islam Bersatu

38aksi-bela-islam

Sontak hati ini bergetar ketika melihat umat Islam disatukan dengan aksi damai 411 kemarin. Sebenarnya, kita bisa kok mengambil hikmah dan berhusnudzan terhadap kejadian yang sudah ditakdirkan oleh Allah ini. Jika ada teman-teman yang tidak setuju, atau berbeda pendapat–alangkah indahnya kalau kita tidak perlu saling melemparkan cacian, makian, hujatan sehingga kita tidak berpecah-belah seperti ini.

image-8

Entah berasal dari kota mana dan suku apa, mereka berkumpul bersama untuk sebuah visi dan misi yang sama. Sungguhlah, hati orang-orang yang beriman akan selalu diiringi rasa takut kepada azab Allah, akan selalu diliputi perasaan gelisah jika dirasa belum maksimal dalam menuntut ilmu dan berdakwah. Sehingga tidaklah heran jika kita masih bisa melihat suasana seperti ini–di mana umat Islam bersatu menggemakan takbir dan shalawat, memohon ampun dan meminta pertolongan Allah pada persoalan besar yang sedang dihadapi warga DKI Jakarta.

image-6

Allah SWT berfirman:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

(QS. Al-Imron (3): 110)

Dalam ayat ini Allah menyanjung kita sebagai umat yang terbaik di antara sekian banyak umat manusia di dunia. Akan tetapi ada beberapa catatan penting dari kriteria umat terbaik itu. Di antaranya seperti yang sudah disebutkan yaitu umat yang beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah. Semaju apapun kehidupan kita, secanggih apapun perlengkapan kita, sepintar apapun otak kita, seelit apapun lingkungan tempat tinggal kita, jika tidak ada semangat amar ma’ruf nahi munkar dan keimanan di dalamnya, maka kita bukanlah manusia yang terhormat. Semoga kita termasuk pada golongan hamba-hamba Allah, dan umat Rasulullah yang layak menyandang gelar umat terbaik itu.

Narasumber: SMS Tauhiid.

Santri Daarut Tauhiid Bawa Perlengkapan Bersih-Bersih

untitled

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) yang dipimpin oleh AA Gym menurunkan para santri untuk bergabung bersama umat Islam di aksi bela Al-Qur’an 411. Uniknya, mereka datang dari Bandung dengan membawa perlengkapan bersih-bersih. “Insya Allah minimal 1000 santri yang akan bergerak menuju Jakarta. Berencana akan berangkat besok dari Bandung, titik kumpul sedang dikoordinasikan di daerah Gegerkalong,” ungkap Dadan, komandan lapangan aksi dari DT (2/11/2016). Ia juga menjelaskan bahwa tim DT dirancang untuk bergerak di bidang kebersihan yang akan membersihkan area bekas aksi dengan peralatan mereka.

6d4f9be9bbf8e6f07458f60414b62a53_xl

santri-aa-gym-sebagai-petugas-kebersihan

Narasumber: Ahmad Sarikin.

Cerita Bapak Penjual Dagangan Mengratiskan Jualannya

14937422_1179072922130669_5281904726692924491_n-1

Siapa yang menggerakkan hati bapak penjual dagangan ini yang ikhlas menggratiskan jualannya kepada peserta aksi? Sungguhlah jika bukan karena keimanan dan rasa kepedulian terhadap sesama saudara se-Muslim, mungkin pikiran dan hati akan berkata:

“Jika kugratiskan dagangan ini, lalu aku pulang bawa apa? Rugilah aku.”

Narasumber: @Piokharisma.

Kerusuhan Yang Sempat Terjadi

Jika dalam suatu demo yang selalu berkaitan dengan kericuhan atau keributan, maka rasanya aksi damai 411 ini berbeda dari yang biasa kita alami. Berbagai media massa, jurnalis terpercaya, fakta-fakta di lapangan, dan penjelasan dari ulama-ulama kita pun sudah cukup dijadikan bukti yang tepat dalam memberitakan atau menginformasikan kejadian yang sebenarnya. Berikut ini adalah kronologi yang didapatkan dari GNPF MUI diketuai oleh Ust. Bachtiar Nasir.

Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 versi resmi dari GNPF MUI sebagai berikut:

  1. Pukul 10 pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah.
  2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.
  3. Usai shalat Jum’at di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba’da Ashar.
  4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI).
  5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI.
  6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi.
  7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.
  8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketiga kalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.
  9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan trakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan istana.
  10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI.
  11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang ‘terprovokasi’ dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut.
  12. Berkali-kali Kapolda memerintahkan Polisi untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas.
  13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia dan ratusan korban luka peluru karet, tertabrak motor polisi dan banyaknya gas air mata.
  14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Komisi 3 DPR dan Ketua DPR, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR.
  15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai.
  16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir, “Alhamdulillah aksi damai berlangsung dengan maksimal meski ditekan, ditembaki, dipukuli tapi kita bersabar dan tidak membalas, tidak melawan, karena niat awal kita adalah aksi damai”. Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa “Sebenernya kita bisa saja melawan, perang, tapi kita ini aksi damai, kita tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI, mereka saudara kita juga, kita fokus pada kasus penistaan Al-Qur’an oleh Ahok”.

Narasumber: Ust. Felix Siauw

Bagi Kami, Umat Islam Wajib Membela Agama Termasuk Al-Qur’an, Bukan Agama Yang Membela Kami

14883589_10154504371481351_3101169309944250287_o

القرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur’an itu bisa menjadi hujjah yang akan membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang akan membantahmu.”

(HR. Muslim)

Al-Qur’an tidak satu pun keraguan di dalamnya. Dan saya mengimaninya. Jika ada yang tidak setuju atau bahkan bertolakbelakang akan apa yang saya imani, adalah biasa dan wajar dalam kehidupan berbeda-beda agama dan budaya. Akan tetapi bagi saya, Al-Qur’an tidak tergantikan dan jika bukan karena Al-Qur’an maka tidak akan mungkin saya bisa mengetahui siapa Tuhan yang benar dan agama mana yang shahih.

Tanpa Al-Qur’an saya pun tidak memiliki petunjuk mana yang baik dan mana yang buruk, bagaimana cara menghamba kepada Allah dan bagaimana agar Allah ridha terhadap hamba-Nya. Begitu pula bagi setiap Muslim yang mengimaninya. Pastilah mereka merasakan hal yang sama sebagaimana yang saya rasakan. Al-Qur’an begitu dicintai segenap jiwa oleh ummat.

Maka jangan heran, begitu satu ayat saja yang dinistai, maka Al-Qur’an buktikan kekuatannya. Kita dapat melihat pihak mana yang benar-benar membela Al-Qur’an dan pihak mana yang munafik. Walaupun agama, Allah dan Al-Qur’an akan tetap pada kemuliaannya walaupun dihina, direndahkan dan dicaci-maki, tetapi kami umat Muslim butuh untuk membela agama, Allah dan Al-Qur’an untuk membuktikan kepada-Nya bahwa kami adalah hamba-hamba yang benar mencintai agama ini–bahwa kami adalah hamba-hamba yang ingin mendapatkan syafaat baik di dunia maupun di akhirat.

Dan karena itulah Al-Qur’an telah tunjukkan dan bukakan mata hati kita bahwa masih ada orang-orang yang tunduk kepadanya, pun masih ada orang-orang yang justru mengingkarinya dengan meninggalkan Al-Qur’an.

Wallahu’alam bisshawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam,

cropped-logo-300x300


Aksi Bela Qur’an Besok, 4 November 2016.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Kerinduan akan kebersamaan para remaja yang ingin menuntut ilmu agama–terutama tadabbur Al-Qur’an kembali mengusik hati saya. Sejujurnya saya sudah lama sekali meninggalkan kelas tadabbur dengan alasan kesibukan dan penuhnya jadwal ini-itu. Padahal, saya masih haus pada ilmu, saya masih fakir pada ilmu, saya masih penuh dengan kekurangan, dan Allah telah hadiahkan saya laptop baru yang lebih canggih dari yang sebelumnya, Allah juga berikan saya kemudahan untuk menulis di internet dengan fasilitas wifi di rumah, sehingga hati saya pun kembali menangis ketika dirasa urusan duniawi menjadi prioritas utama ketimbang urusan akhirat–dakwah dan sebagainya. Memang iman manusia itu ada kalanya turun dan naik. Tidak menjamin orang yang belajar ilmu agama bisa terus beristiqomah dalam menjalani syariat Islam. Dan tidak menjamin pula orang yang belum menuntut ilmu agama adalah orang-orang yang bodoh; buruk; lagi tidak bermanfaat. Akan tetapi yang wajib kita lakukan sebagai saudara sesama Muslim adalah mendoakannya, menasihatinya jika salah (tidak di sosial media, sebaiknya lewat jaringan pribadi), mendukungnya, menyemangatinya, bukan malah menghina atau menjelekkan satu sama lain. Wallahu’alam, kita tidak tahu dalamnya hati manusia. Semoga saja orang-orang yang berada di dekat kita, di lingkungan kita, dan yang sedang kita dakwahi atau orang yang mendakwahi kita berada di jalan yang lurus dan hatinya Allah kuatkan dalam keimanan Islam.

ust

Salah satu dari guru di tempat saya menimba ilmu tadabbur Al-Qur’an ikut serta dalam Aksi Bela Qur’an insya Allah besok yang dihadiri oleh banyak kaum Muslim dari berbagai daerah bahkan di luar DKI Jakarta. Beliau adalah Ust. Bachtiar Nasir. Kasus penistaan Al-Qur’an yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan membuat beliau turun tangan. Salah satunya adalah tadabbur Surah Al-Maidah ayat 51 yang dilakukan di TKP di Pulau Pramuka yang bisa kalian putar dalam video di Makna & Peristiwa Spesial Al-Maidah Ayat 51.

Al-Maidah ayat 51 adalah ayat yang penjelasannya terang benderang. Bukan ayat yang multitafsir dan jika kalian membacanya pun bisa langsung mendapatkan gambaran bahwa Allah melarang umat Muslim untuk memilih pemimpin mereka yang non Muslim. Ini juga berarti setiap kelompok boleh dipimpin kelompoknya sendiri. Yahudi dipimpin oleh Yahudi dan Nasrani dipimpin oleh Nasrani. Muslim pun harus dipimpin oleh Muslim. Yang perlu ditegaskan adalah dalam urusan berbuat baik, melakukan perdagangan (jual-beli) dan tolong-menolong kepada non Muslim diharuskan bagi setiap umat Muslim. Akan tetapi, jika kasusnya menyeret pada urusan kepemimpinan yang sudah ditetapkan oleh Allah, wajib kita penuhi untuk memilih hanya yang Muslim.

Ust. Bachtiar Nasir

hh

Tidak ada sedikit pun keraguan di dalam Surah Al-Maidah ayat 51 bahwa dilarang bagi orang-orang yang beriman untuk memilih pemimpin–jangankan pemimpin, bahkan teman dekat; teman sejati; atau sahabat dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Timbul pertanyaan, lalu kenapa masih ada tokoh-tokoh yang masih ragu bahkan begitu ngotot mendukung pemimpin dari kalangan non Muslim? Di Surah Al-Maidah 52 dijelaskan:

 فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

Kata “marodhun” di sini memiliki arti sakit kemunafikan. Oleh karena itu mereka bersegera untuk mendukung pemimpin non Muslim. Jadi dipastikan dalam ayat ini bahwa orang-orang tersebut kemungkinan besar adalah orang-orang yang sakit hatinya. Dan Al-Qur’an pun membongkar penyakit apa yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka.

يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ

“Yaquuluuna nakhsyaa antusiibanaa daairoh”

Ada kekhawatiran, kecemasan, bahkan ketakutan di hati mereka jika bukan non Muslim pemimpin mereka, mereka akan mendapat bencana: jatuh miskin, kalah, dan hina. Ada banyak alasan di hati mereka yang kata kuncinya adalah mereka tidak merasa cukup bersama Allah dan tidak merasa mulia bersama orang-orang beriman. Sementara itu, orang yang beriman tentu merasa cukup bersama Allah Azza wa Jalla.

alquran-banner21

Percayalah bahwa akhir dari semua ini, mereka yang sekarang sedang bertahan pada agama Allah, seperih apa pun, sesusah apa pun, jika mereka berjuang dan membela Al-Qur’an, Allah akan datangkan kemenangan. Dan bentuk kemenangannya dapat berupa kembali terpilihnya non Muslim tersebut sebagai pemimpin mereka dengan melakukan kecurangan maupun segala cara. Kemudian Allah akan jatuhkan ia dari ketinggian agar lebih sakit lagi. Dan orang-orang yang beriman tidak akan berputus asa dan menyerah begitu saja sehingga mereka yakin Allah pasti akan memenangkan Islam walaupun dengan cara yang tidak kita duga-duga. Kita tidak perlu kecewa, memendam amarah apalagi bersedih hati pada apapun hasilnya nanti. Karena pada akhirnya, mereka-mereka yang mendukung pemimpin non Muslim yang berlawanan dengan Al-Qur’an, yang lebih memprioritaskan “toleransi” yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka suatu saat nanti akan terbongkar bahwa mereka akan menyesal dan itulah yang selama ini mereka rahasiakan. Rahasia tentang mereka yang pengecut, mereka yang ketakutan dan tidak yakin bersama Allah. Dan semua itu tercantum jelas dalam Surah Al-Maidah ayat 52.

Bagaimana Jika Itu Terjadi Pada Ibu Kita?

betapa-besarnya-kasih-sayang-ibu-untuk-anaknya

Ada yang aneh jika orangtua, atau Ibu kita tersayang dihina, direndahkan dan dijatuhkan oleh orang lain yang tidak mengenal Ibu kita, kemudian dengan entengnya kita menjawab “Maafkan saja, mungkin mereka khilaf.”

Semudah itukah?

Mereka yang tidak mengenal Ibu kita yang sudah dengan tulus ikhlas melahirkan kita dengan kesusahan yang bertambah-tambah, kemudian direndahkan begitu saja di hadapan orang banyak adalah wajar jika kita marah. Sebaliknya, adalah aneh jika kita tidak membela Ibu kita–yang kita ketahui bahwa Ibu kita adalah benar; tidak melakukan kesalahan kepada orang tersebut yang menghinanya.

Ini baru tentang Ibu kita. Marahnya kita bisa minta ampun kepada orang lain.

Apalagi agama?

Apalagi Al-Qur’an?

Yang nilainya dan kepentingannya jauh lebih besar daripada seorang Ibu. Cinta pertama kita kepada Allah, kepada Rasulullah, kemudian baru kepada orangtua kita, saudara-saudara kita, dan sahabat-sahabat kita.

Ketika ada suatu kata yang terlontar dari ucapan orang lain mengenai isi dalam Al-Qur’an, petikan ayat, maupun mengartikan ayat tersebut dengan tafsir tanpa menggunakan ilmu–yang mana ia tidak memahami dan mengimani Al-Qur’an, maka akan sangat wajar jika timbul masalah yang pada akhirnya akan membengkak, seperti sebuah jerawat yang pada saatnya pecah akan menghancurkan permukaan kulit; persis seperti keadaan masyarakat kita sekarang ini.

ustad

Seperti yang tertulis dalam laman Facebook Ust. Felix Siauw yang menggambarkan huru-hara masyarakat Indonesia baik Muslim maupun non Muslim menanggapi kasus ini.

1. sedih saat melihat ada Muslim ‘toleransi’-nya over sama agama lain | tapi nyolotnya luar biasa saat berhadapan dengan sesama Muslim

2. perbedaan yang beda agama mati-matian dibela | yang sama Islam agamanya malah dihujat mati-matian

3. saat bicara kekurangan sesama Muslim dia sangat bangga | tapi saat ummat lain ada kekurangan malah dia yang minta memaklumi

4. sejelek-jeleknya Muslim, apabila dia sudah bersyahadat, dia saudara | adapun kekurangannya adalah tugas kita, membenahi dan menasihati

5. sebagus-bagusnya yang bukan Muslim, urusannya hanya di dunia | di akhirat kita tak bersama, di akhirat semua akan jadi sia-sia

6. apalagi hanya karena berbeda paham, lantas dianggap musuh | sungguh tak adil, harusnya sesama Muslim lebih layak ditolerir

7. hanya karena kita tak tumbuh jenggot, atau tak mau berjenggot | apakah harus menjelek-jelekkan yang ingin memelihara jenggot?

8. terlepas jenggot sunnah atau tak sunnah, mencela adalah adab buruk | yahudi dan nasrani berjenggot saja kita biarkan, ini sesama Muslim?

9. padahal akidahnya sama, rujukannya juga sama Al-Qur’an dan As-Sunnah | hanya karena beda yang boleh, seolah yang beda harus dipukul

10. dari situ kita mulai belajar menyemai benih-benih takabur | “dia wahabi aku ahlu-sunnah”, “dia pelaku bid’ah aku di jalan sunnah”

11. padahal yang dikata wahabi juga meniti jalan ahlu-sunnah | padahal yang dituduh bid’ah juga berdasarkan sunnah

12. kita mulai meninggalkan “saling menyayangi diantara mereka” | yang kita kedepankan ego kelompok, atau malah ego dan agenda pribadi

13. coba ambil waktu sendiri, bertanyalah pada jiwa dengan tenang | “apakah sesama Muslim yang kita benci itu telah keluar dari Islam?”

14. padahal banyak yang justru jelas-jelas sesat berbeda aqidah | namun kita bungkam dan sering tertunduk mesra

15. saya sering duduk dengan yang dikata wahabi-salafi | ada yang saya tak sepakat, namun lebih banyak yang sepakat

16. guru-guru saya kebanyakan dari yang dikata ahlu-sunnah wal jamaah | alhamdulillah sampai sekarang masih banyak belajar dari mereka

17. selama mereka masih Muslim, ada hak yang harus kita penuhi | darahnya, hartanya, kehormatannya, haram bagi kita, harus kita bela

18. sederhana, karena saya pun tak tahu apakah saya menetapi jalan yang benar | yang saya tahu, saya berusaha terbaik di jalan yang benar

19. apalagi kelak di akhirat, saya ketahui saudara-saudara Muslim saya itu | yang kelak membela saya dihadapan Allah, sebab cinta mereka

20. masih banyak jalan yang harus ditempuh, kita perlu sahabat | masih banyak lawan yang menunggu, kita harus bersatu padu, semua Muslim

21. sudah tak perlu mengada-adakan perbedaan yang tidak ada | bijak dalam berbeda paham, selama dia Muslim, dia saudara

22. kita harusnya tahu, lebih banyak yang bisa kita selesaikan dengan makan bersama | ketimbang melempar ucapan berbisa nan menyakiti

 

Aksi Bela Qur’an Besok

14600945_10209504362277778_8021692718149298556_n

Untuk kita yang mengaku Muslim dan menginginkan pertikaian ini segera usai, ada baiknya tidak perlu banyak mengeluarkan kata-kata kasar kepada saudara Muslim yang lain, ataupun kepada pihak yang dibenci. Malam ini, di sepertiga malam nanti, tundukkan wajah kita, ucapkan banyak istighfar atas ketidaktahuan kita selama ini, mohon ampun kepada Allah jika kemarin kita pernah menyakiti orang lain dengan ucapan yang tidak pantas, dengan tulisan yang menyakitkan, apapun itu, dan segeralah meminta kepada Allah agar umat Islam di Indonesia kembali disatukan dan tidak saling melemparkan cacian. Teguhkan keimanan dan keyakinan kita kepada Al-Qur’an yang pasti akan menunjukkan kebenarannya walaupun kita harus melalui rintangan yang sulit. Untuk kita yang tidak ingin ikut hadir di sana esok hari, luangkan waktu kita untuk berdoa di rumah dengan tanpa menulis atau menyebarkan fitnah yang belum jelas asal-usulnya. Demi Allah, saat ini umat Muslim benar-benar sedang diuji: keimanannya, kekuatannya, ketegasannya, dan kejujurannya.

“Luruskan niat karena Allah SWT. Dan niat membantu agama Allah, pasti Allah akan membantu kita. Tanpa harus menyalahkan saudara Muslim yang tidak ikut berdemo. Begitu juga sebaliknya, yang tidak ikut berdemo besok ataupun tidak sepaham dengan demo ini, tidak usah menghujat. Karena besok akan banyak alim ulama yang ikut ambil bagian. Jadi kita mesti memuliakan para alim ulama. Yang tidak ikut turun, diam dan bantu dengan doa. Tidak usah saling menyalahkan, saling menghujat apalagi saling mengkafirkan gara-gara ini.”

Ust. Derry Sulaiman

 

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Salam,

cropped-logo-300x300