Tag : obat

My Pregnancy Stories Part 2.

Trimester Kedua

 

Buku Ibu

 

IMG_0471

 

Melanjutkan cerita dari Trimester Pertama yang begitu melelahkan, membuat aku susah tidur, bahkan sempat mengalami gejala stres, merasa tidak mampu lagi bekerja dan beraktivitas seperti biasa, kini perlahan masa-masa itu terlewati sudah. Kalau buat kalian yang belum pernah hamil mungkin belum tahu apa itu Buku Ibu? Foto yang aku share di atas ini adalah buku ibu yang pertama kali aku dapatkan saat cek USG di klinik kandungan dekat rumah. Jadi di buku itu tercatat semua progress kehamilan dan hasil foto USG bayi dari bulan ke bulan. Ngomong-ngomong aku setiap bulan USG ya. Jadi buat kalian yang beranggapan bahwa USG tiap bulan itu bisa mencelakai bayi, aku tidak sependapat dengan statement itu. Karena aku sudah terlebih dulu cari tahu tidak hanya sekadar baca-baca di internet, tapi sharing juga sama praktisi kesehatan khusus kebidanan dan kandungan, orang-orang yang ada di grup kehamilan, dokter, bidan, dan mengambil kesimpulan bahwa USG aman jika ditangani oleh tenaga ahli.

Nah, jadi semua cerita kehamilanku mulai dari berat badanku yang perlahan-lahan naik, detak jantung bayi yang sehat, normal, air ketuban yang cukup, jenis kelamin, dan ukuran tubuh bayi yang dari bulan ke bulan semakin bertambah namun dalam batas yang normal hingga saat ini. Semuanya ada di Buku Ibu itu. Jadi, aku selalu bawa bukunya saat check up ke dokter maupun bidan.

Vitamin Hamil

IMG_0474

Terus, aku juga mau cerita tentang vitamin yang aku konsumsi selama kehamilan. Ohya, bagi kalian yang belum tahu, aku ini sebenarnya nggak bisa nelan obat ya. Jadi, harus benar-benar kecil ukuran obatnya atau lunak, jadi bisa aku gigit dulu sebelum ditelan. Sempet dikasih yang keras dan mau nggak mau aku harus tumbuk dulu dan itu ribet juga pahit di lidah. Jadi aku give up sama vitamin macam itu. Akhirnya aku pakai Folamil Genio dan ini sebenarnya bisa sampai menyusui ya. Jadi bukan cuma vitamin hamil aja. Dan aku bisa dibilang kurang rajin juga konsumsi vitamin dari Trimester 1. Entah kenapa ngeliat obat, tablet, puyer apapun itu kayak takut gitu loh dan musti ngebayangin buat nelennya. Ya, itu pribadi masing-masing ya. Jadi kalau misalnya kalian bisa nelan obat, sudah semestinya minum vitamin bentuk tablet nggak masalah. Ini karena memang pribadiku yang mungkin beda dari yang lain, agak susah terima obat.

VCO atau Virgin Coconut Oil

IMG_0473

Selanjutnya aku mau ceritain juga tentang obat oles buat anti stretchmarks. Eits, udah pada tahu kan yang namanya bumil itu pasti mengalami peregangan kulit di bagian perut? Memang benar ya bahwa naluriahnya tubuh seorang ibu bakalan jadi balon yang tadinya besar banget terus tahu-tahu kempes begitu lahiran. Nah, sebenarnya aku jauh sebelum hamil bahkan sebelum nikah udah pernah beli Bio Oil. Itu aku pakai untuk obat bekas luka aku di bagian kaki. Karena aku males banget ngolesinnya, jadi sebenarnya nggak ngaruh sama sekali. Tetap masih ada bekas lukanya. Begitu pun di awal-awal kehamilan, bisa dibilang aku jarang sih olesin Bio Oil. Tapi menjelang masuk ke Trimester Kedua, mulai timbul perasaan khawatir dan lagi aku udah nggak merasa mual-mual seperti di Trimester Pertama. Jadi, tubuhku jauh lebih kuat dan sebenarnya sangat mampu buat ngerutinin pake obat oles.

Awalnya aku memang pake Bio Oil. Tapi begitu habis, aku jadi penasaran sama VCO yang informasinya berterbaran di dunia maya. Akhirnya aku beli VCO sama temanku. Wanginya nggak begitu nyengat dan memang bau kelapa banget ya. Jadi, aku coba rutinin perlahan untuk pake di hampir seluruh bagian perut. Dan masih sedikit males ngolesin di bagian lain. Padahal ya, yang namanya peregangan kulit itu buat bumil nggak hanya di bagian perut aja. Bahkan di bagian pantat dan dekat vagina itu kena juga loh. Dan yang lebih membahayakan lagi kalau misalnya udah masuk Trimester Kedua, mengeluarkan keputihan, tapi jarang ganti celana dalam. Akhirnya jadi jamuran atau mungkin bagian luar vagina dan sisi sampingnya mulai merasa gatal dan nggak nyaman. Jadi, sebaiknya rajin-rajin cek celana dalam waktu pipis. Ganti sesering mungkin dan perhatikan kulit bagian pantat dan sekitarnya. Itu juga yang aku lakukan selama Trimester Kedua ini.

Nah, kira-kira gambaran besar cerita perubahan di Trimester Kedua ini seperti itu. Jadi, keluhannya mulai beda nih. Kalau di awal kehamilan itu aku mual-mual parah dan badan nggak bisa diajak kerjasama lagi. Tapi, mulai Trimester Kedua akhirnya mual-mual itu berkurang dan MENGHILANG! Jadi aku nggak perlu lagi konsumsi obat mual. Makan udah enak dan mulai bisa tidur dengan nyaman. Hanya saja, terkadang aku mulai merasakan pegal di beberapa bagian seperti di bawah payudara kanan, pinggang, dan kalau lagi lama berdiri atau duduk suka pegel-pegel gitu. Solusinya apa? Nanti aku share di postingan setelah ini ya.

 

 

 

Salam,

logo