Tag : kehamilan

Cemburunya Si Bayi Besar, Malyka.

Bismillah.

 

Siapa di sini yang tetap memelihara kucing dan membiarkannya masuk ke rumah walaupun dalam keadaan hamil atau saat ada bayi?

Semua pecinta kucing pasti setuju bahwa kucing bukanlah alasan utama yang menyebabkan kita, para perempuan susah hamil atau bisa membahayakan si bayi jika terus berada dalam satu rumah atau bahkan satu ruangan. Sebenarnya, sejak aku kecil, aku sudah terbiasa hidup bersama kucing dan aku punya penyakit asma. Tapi, anehnya, penyakit asmaku seolah sembuh setiap kali aku bermain sama kucing dan kambuh saat aku stres, misalnya kucingku mati atau hilang. Seriously, kucing sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan mentalku selama 27 tahun ini.

Jadi, teman-teman, tidak ada alasan untukku TIDAK MEMELIHARA KUCING walaupun aku sudah menikah.

Aku ingin memperkenalkannya kepada kalian, namanya Malyka. Dia adalah kucing jantan yang tiba-tiba datang dan minta makan ke aku waktu aku masih tinggal di kontrakan. Malyka datang saat dia masih kitten, masih kecil sekali dan sangat lincah. Sejak saat itulah, karena kelucuannya dan dia manja banget, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk memelihara dan merawatnya. Walaupun belum bisa sepenuhnya membiarkan seterusnya dia masuk ke rumah karena tidak ada yang jaga, setidaknya aku berusaha memberikan dia makanan yang bersih, lingkungan yang selalu steril dan pemeriksaan ke vet. Dia sudah vaksin dan sering aku grooming.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.50.46

Sebelum hamil, banyak banget orang-orang yang beranggapan dengan adanya Malyka aku jadi belum juga hamil-hamil. Tapi aku tutup kuping dan aku meyakini sekali bahwa anak itu titipan Allah, jadi Allah yang nentuin kapan waktu terbaik untuk dikasih, bukan karena kucing. Kira-kira 11 bulan lamanya aku kosong dan selama itu pula nggak sedikit pun aku berusaha menjauh dari Malyka. Bahkan semakin akrab dan dekat. Aku dan Malyka sering sekali menghabiskan waktu tidur siang bersama, satu ranjang. Saat itu aku masih belum hamil.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.52.50

Lalu, kira-kira bulan Desember 2018 aku main ke Dufan bareng suami dan teman Jepangku, Miyu. Sepulangnya dari sana, beberapa hari kemudian aku ngerasain kayak ada perubahan fisik dan mood. 8 hari lamanya aku terlambat datang bulan. Tapi aku masih cuek karena sudah 11 bulan juga aku nunggu, mungkin cuma kecapean makanya telat banget, begitu pikirku. Tapi, perasaan memang nggak bisa dibohongi. Rasanya aku pengen beli testpack. Pas aku coba, ternyata benar, AKU HAMIL. Malyka masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Aku kabari suamiku, bahkan aku kasihtau Malyka dengan girangnya. Dan, hari demi hari, bulan demi bulan, semakin besar perutku, semakin dekat pula aku dan Malyka. Aku selalu ajak bicara Malyka dan memperkenalkan bayiku kepadanya.

“Mal, nanti kalau dede Hana sudah keluar dan sudah agak besar, main bareng ya. Kalian jadi sahabat ya.

Elus dong perutku.”

Dan Malyka cuma bisa jawab: “Meooooow.”

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.51.55

Semakin besar perutku, Malyka semakin penasaran dan mendekatiku. Aku sama sekali tidak menjauh darinya. Karena aku menyakini bahwa kucing pun bisa mendoakan kita. Dia menyayangi kita dengan tulus. Dan jangan anggap kucing adalah hewan kotor yang suka makan sampah. Mereka wajib kita sayangi. Bahkan Rasulullah dan para sahabat saja sangat mencintai kucing dan memeliharanya.

“Kucing itu tidak najis, ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).”

(HR. Tirmidzi)

Sampai tiba saatnya persalinanku, kutelpon Mama dan kutanyakan kabar Malyka. Sudah makan belum, lagi ngapain, kutelpon Mama beberapa jam sebelum persalinan. Aku sudah menganggapnya seperti keluargaku sendiri. Bahkan saat dia lepas dan nggak pulang selama 3 hari, aku nggak bisa tidur, stres dan khawatir karena dia nggak ada. Jadi, yang membuatku selama ini bisa menikmati kehamilan dengan bahagia salah satunya adalah karena Malyka. Dia sumber energi positif dan yang selalu bisa bikin mood aku kembali normal. Setelah aku melahirkan Hana dan masih dalam proses pemulihan, Malyka paham bahwa aku sedang ‘sakit’ dan tidak mau terlalu diganggu. Dia tidak mendekatiku bahkan dia sempat keluar rumah beberapa hari dan pulang kembali.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.53.11

Kira-kira 2 minggu setelah proses persalinanku, akhirnya Malyka mulai manja-manjaan lagi dan menunjukkan sikap cemburunya. Jadi, waktu selesai kasih dia makan, aku berdiri dan mau nyamperin Hana di kamar. Tiba-tiba dia kayak nahan gitu dan nyakar telapak kaki aku. Padahal aku nggak ngapa-ngapain dia lho. Aku cuma mau ke kamar untuk nengok Hana yang lagi bobo. Dia terus ngeong-ngeong minta perhatian, akhirnya aku tenangin dulu dan jelasin ke Malyka kalau aku nggak bermaksud buat nyuekin dia. Beberapa kali aku sempat dicakar. Sembuh, dicakar lagi. Sembuh, dicakar lagi. Setelah itu Malyka menjatuhkan kepalanya ke kaki aku seolah-olah aku nggak boleh ke kamar Hana.

Tapi itu hanya di awal. Mungkin perubahan situasi rumah yang membuatnya seperti itu. Sekarang sudah hampir 1 bulan dan Malyka bersikap jauh lebih bijak dan normal. Tapi manjanya jadi dua kali lipat.

Dan tahu nggak, beberapa kali dia sempat menemaniku yang sedang menyusui Hana. Lagi-lagi menjatuhkan kepalanya ke telapak kaki aku dan tertidur di kaki aku. Aku merasa punya dua bayi sekarang. Jujur, aku merasa sangat sangat bahagia dengan momen seperti ini. Malyka memang tidak berani dekat-dekat dengan Hana, seriously. Dia nggak pernah ngedeketin Hana apalagi menyentuhnya. Dia cuma ngedeket ke aku dan meminta perhatian dari aku. Dia mungkin paham bahwa Hana masih terlalu kecil untuk diajak main. Nanti akan ada saatnya Malyka dan Hana main bersama, tentunya dengan pengawasan aku dan Ayahnya.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.51.40Dan pernah suatu hari, Ayahnya nemuin Malyka tertidur pulas di kamar mandi. Aku tahu kenapa Malyka tidur di kamar mandi. Karena orang rumah ngelarang dia untuk masuk kamar Hana, jadinya dia nunggu di kamar mandi YANG KEBETULAN PERSIS DI DEPAN KAMAR HANA. Akhir-akhir ini dia bersikap seperti itu terus. Aku ke kamar mandi pun, dia tetap tertidur di lantai, sama sekali nggak beranjak. Kadang aku kasihan, dia jadi kurang perhatian. Tapi aku selalu berusaha karena aku setiap hari ada di rumah, jadi sebisa mungkin bersikap adil terhadap keduanya.

Jauh sebelum aku tahu aku mengandung Hana, aku selalu berdoa agar Malyka dan anakku kelak bisa menjadi sahabat, mereka bisa membawaku dan Ayahnya ke Jannah. Aku tidak berharap banyak selain aku meminta kepada Allah agar kelak kami, aku, Ayah, Hana dan Malyka bisa kembali bertemu di akhirat dalam keadaan berbahagia dan bersatu kembali di Jannah-Nya. Aku ingin menjaga mereka semua, keluarga kecil ini, yang benar-benar membuatku memahami makna kehidupan yang sesungguhnya. Allah titipkan Malyka kepadaku dan Ayah agar bisa dirawat dan diberikan kasih sayang selayaknya manusia kepada hewan. Bukan untuk disakiti atau dihina-hina keberadaannya. Jika mereka datangi kita, berikan sedikit makanan. Karena kucing adalah makhluk ciptaan Allah juga yang wajib disayangi. Dan Allah titipkan juga Hana untuk dididik, dirawat, dijaga, diberikan pengajaran tentang tauhid, agar kelak besar ia bisa menjadi wanita shalihah, mukminah yang taat dan takut hanya kepada Allah, bisa memberikan manfaat kepada orang-orang sekitar dan ikut serta dalam komunitas-komunitas dakwah. Insya Allah, bi’ithnillah.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 15.38.13

Salam cinta dari cat-mother, Hana’s mother untuk kalian berdua yang selalu kurindukan.

Salam,

logo


Persiapan Persalinan Part 1.

Bismillah

Di postingan kali ini, aku akan sharing tentang bagaimana persiapanku menghadapi persalinan yang sudah terjadi pada tanggal 4 September kemarin.

Sebelum mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir), aku mempersiapkan beberapa benda-benda penting sebagai bentuk ikhtiar agar bisa mencapai Gentle Birth. Apa itu gentle birth? Nanti akan ada postingannya sendiri ya tentang gentle birth.

Birthing Ball

Yang paling wajib, penting dan setiap bumil harus banget punya adalah birthing ball. Kalian bisa beli online kok dan ini bisa dipasang sendiri di rumah, tidak seribet yang dibayangkan. Manfaatnya apa sih?

Sepengalamanku menggunakan birthing ball ini sangat sangat membuat tubuhku yang sedang hamil itu menjadi jauh lebih nyaman. Biasanya kan kalo bumil suka ngeluh pinggangnya pegel, tapi kalau kita olahraga dengan bola ini, rasanya jauh lebih enak. Tapi, wajib diketahui, untuk menggunakan bola ini harus sudah dalam posisi bayi kepala di bawah ya. Kenapa? Karena kalau posisinya sungsang, malah akan memperparah posisi menjadi lebih sungsang lagi. Semakin masuk pantat bayi ke bawah. Sangat berbahaya ‘kan? Nah, kalau posisinya sudah anterior atau posterior, maka sangat wajib bumil berolahraga pakai bola ini. Gerakannya pun sebenarnya bermacam-macam. Boleh dari atas ke bawah atau bounce, tolak pinggang sambil seperti menari, gerakan ke kanan-kiri, atau memeluk bola sambil menjatuhkan wajah. Dibuat senyaman mungkin, jangan terlalu dipaksa, dan perhatikan keseimbangan juga. Jangan sampai terjatuh ya. Dan komentar orang-orang sekitar melihat aku berolahraga dengan bola ini sih cukup kaget ya. Memangnya itu nggak berbahaya? Lalu bagaimana kalau jatuh? Itu dia tadi, sebelum praktik, ibaratnya sebelum kita menjalankan mesin, kita pasti wajib melihat buku petunjuknya terlebih dahulu, ‘kan? Aku pun begitu. Pelajari dulu dengan baik-baik secara teorinya, baru pelan-pelan dipraktikkan. Butuh waktu memang untuk mencapai sempurna. Tapi, itulah proses belajar. Yang terpenting kita tidak pernah menyerah untuk mencoba lagi. Ini adalah bagian dari ikhtiar. Dan kehamilan ini benar-benar membuat cara berpikirku dan sudut pandangku sedikit demi sedikit berubah. So, bumil, boleh dicoba ya di rumah menggunakan birthing ball ini dengan catatan posisi kepala janin sudah berada di bawah.

Balok Yoga

img-133986-4268-balok-yoga-yoga-brick-yoga-block

Selanjutnya adalah balok yoga. Lho? Kenapa harus balok?

Begini teman-teman. Namanya juga hamil, pasti perut itu berat banget rasanya dibawa ke mana-mana. Betul ‘kan? Jadi, yang namanya sakit pinggang, sakit di tulang kemaluan, pegal linu, kepala pusing dan lain sebagainya itu sangat wajar dirasakan. Hal yang alamiah banget kok sebenarnya. Karena secara logika, di perut kita ini membawa manusia kecil yang beratnya semakin hari semakin bertambah. Tetapi, ada cara yang bisa meminimalisir rasa sakit itu. Yaitu dengan menggunakan balok yoga. Tidak hanya digunakan pada saat melakukan yoga, tetapi bisa juga menggunakan balok ini saat sedang duduk di lantai, atau di kursi. Dengan begitu, postur tubuh kita juga akan otomatis menjadi tegak lurus. Posisi seperti ini ternyata membuat janin nyaman lho di perut karena dia akan merasa lebih luas di dalam dengan posisi tubuh ibu yang tegak lurus. Justru kalau hanya senderan di sofa sambil bermalas-malasan, itu mempengaruhi posisi janin di dalam perut. Bisa jadi karena merasa sempit, akhirnya si janin bolak-balik sampai posisinya menjadi sungsang atau melintang.

Matras Yoga

flexfit_flexfit-matras-yoga-mat-flexflit---biru-muda--6mm-_full02

Setelah tadi kita membahas tentang manfaat balok yoga yang bisa meminimalisir rasa pegal di bagian bawah tubuh, matras yoga juga sangat bermanfaat untuk kita melakukan yoga sendiri di rumah. Seperti yang sudah kita ketahui ya, yoga itu adalah bagian dari olahraga yang sebenarnya sangat baik dilakukan oleh bumil. Beberapa gerakan yoga memang sangat dianjurkan untuk mengubah posisi atau mempertahankan posisi janin di dalam perut. Tapi, yang mau aku tekankan di sini bahwa gerakan-gerakan tersebut sebenarnya sangat mirip dengan gerakan kita saat shalat. Selama hamil kurang lebih 9 bulan, sebenarnya bumi itu bisa terus melaksanakan shalat bahkan sampai perut benar-benar sudah buncit. Mungkin yang dirasakan itu engap, capek, lemas, tapi itu sangat baik lho untuk kesehatan. Jadi, saranku selain melakukan yoga sebelum tidur atau setelah bangun tidur, jangan pernah abaikan gerakan shalat yang manfaatnya luar biasa. Allah meminta kita shalat 5 waktu dalam sehari untuk versi wajibnya, sungguh sangat-sangat bermanfaat dari segi medis untuk kita, manusia. Selain itu, kita pun bisa berdoa dan meminta apa saja kepada-Nya. Jadi, jangan pernah katakan bahwa bumil tua pun tidak mampu untuk melakukan shalat. Kecuali, jika memang ada alasan medis yang wajib dipatuhi.

Speaker Al-Qur’an

speaker_alquran_dengan_terjemah_tp600

Selanjutnya adalah Speaker Al-Qur’an. Aku beli ini juga di online. Sebenarnya sudah lama banget aku kepengen punya speaker ini. Karena aku salah satu yang senang mendengarkan daripada harus membaca. Biasanya aku akan lebih mudah menangkap sesuatu dari pendengaran. Apalagi untuk bumil yang sedang ikhtiar menghafalkan Al-Qur’an. Alat ini sangat membantu mempermudah proses menghafalkan Al-Qur’an dengan bantuan qari-qari ternama dunia lho. Dan yang paling penting yang perlu diketahui bahwa speaker ini ternyata tidak ada radiasi sinyal hp sama sekali. Jadi aman bahkan untuk diperdengarkan ke bayi.

Nah, kira-kira seperti itu gambaran apa-apa saja benda yang kugunakan saat menjelang persalinan. Tentunya semua ini berdasarkan apa yang kupelajari di kelas-kelas persiapan persalinan yang sudah kuikuti sebelumnya. Seperti yang pernah kukatakan, tanpa teori, aku tidak akan berani melakukan ini, itu. Pertama, kita harus pahami dulu mengapa kita melakukan ini? Apa saja manfaatnya? Bagaimana caranya? Baru setelah itu dipraktikkan. Selain ke-4 benda-benda penting ini, masih banyak lagi hal-hal yang kulakukan menjelang persalinan dan bagaimana caraku untuk mendapatkan kehamilan yang nyaman. InsyaAllah aku akan jelaskan lebih lanjut lagi di sesi berikutnya ya!

Salam,

logo