Tag : hamil pertama

My Pregnancy Stories Part 3.

Trimester Ketiga

Ini adalah masanya di mana aku mulai merasakan kenyamanan hamil karena tidak ada lagi mual-mual, muntah, capek berlebih, mood swing. Dan, di masa-masa ini, aku sedang aktif-aktifnya mengajar dan menyelesaikan tugas-tugas sebelum hari cuti melahirkan itu tiba. Jadi, bisa dibilang di trimester akhir ini aku lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan yang aku suka, menghindari stres, banyak jalan kaki, kembali belajar tentang ilmu menyusui, ilmu menggendong, dan ilmu-ilmu parenting lainnya yang sangat wajib dipahami sebelum benar-benar melahirkan.

images

Aku menulis saat ini sudah ditemani adik bayi yang baru saja tertidur karena sudah kenyang minum susu. By the way, buat yang nanya, aku ini kasih sufor atau nggak, jawabannya: InsyaAllah ASI eksklusif 6 bulan. Tanpa sufor, tanpa air putih, tanpa makanan apapun, hanya ASI saja. Nanti begitu masuk ke bulan ke-6, barulah mulai MPASI.

Peralatan Bayi

Sebelum benar-benar mengakhiri tulisan hari ini, aku ingin berbagi dulu tentang barang-barang apa saja yang sudah dipersiapkan untuk kelahiran adik bayi. Mungkin setiap ibu akan berbeda peralatan dan kebutuhannya. Dan berhubung aku masih jadi ibu baru, jadi sementara ini aku coba ikuti saja dulu teman-teman yang sudah jauh lebih berpengalaman.

Bayi

Bedong 2 pcs (biasanya kalau lahiran di RS/bidan, perhatikan ya cara susternya membedong bayi, soalnya dari pengalaman aku, kakinya adik bayi dipaksa untuk lurus, sedangkan ilmu yang kupelajari selama hamil di kelas menyusui online dan kelas menggendong itu ternyata nggak boleh dibedong terlalu ketat lho. InsyaAllah aku akan bahas di postingan berikutnya tentang membedong bayi ya.)

Handuk 1 pcs

Baju atasan 5 pcs

Popok kain 5 pcs

Topi 2 pcs

Sarung tangan dan kaki 2 pcs

Selimut hoodie 1 pcs (biasanya ini dipakai waktu pulang dari RS/bidan)

Selimut biasa 1 pcs

Baju terusan 2 pcs

Gurita 4 pcs (kayaknya sih kalo di aku nggak kepake ya)

Gendongan Stretchy Wrap (nggak kepake nih, karena aku lahiran secara SC dan belum bisa gendong pakai kain gendongan)

Pampers 1 pack

Diaper Cream (ini juga nggak kepake ya ternyata karena selama di RS cuma dipakaikan popok kain, bukan pampers)

Tisu basah dan kering masing-masing 1 pack (ternyata oh ternyata ini kurang banget aku bawa cuma 1 pack masing-masing. Berhubung waktu di RS adik bayi pipis dan pup terus, jadi saat itu kami hanya mengandalkan tisu-tisu ini aja untuk bersihinnya)

Ibu dan Ayah

Sarung 2 pcs

Deodoran

Handuk kecil (untuk sibin ibu)

Nursing cover (nggak kepake juga karena sesar jadi cuma bisa tiduran menyusuinya)

Jilbab instan (penting banget! Usahakan bahan yang benar-benar nyaman di ibu karena baik sesar maupun normal benar-benar membutuhkan pakaian dan jilbab yang nyaman dan menyerap keringat)

Pakaian dalam secukupnya

Gamis/baju atasan secukupnya

Pembalut melahirkan 1 pack

Alat mandi

Baju ayah (sediakan cukup untuk beberapa hari)

Breastpads (aku bawa ini karena kupikir di hari-hari awal akan rembes ASI-nya, tapi ternyata belum, jadi selama di RS nggak kepake ya)

Kipas kecil (ini sangat sangat diperlukan karena akan ngerasa gampang gerah, tapi ternyata aku lupa bawanya, dan untungnya selama dirawat di RS nggak pernah ngerasa gerah, malah kedinginan)

Charger HP

Powerbank

Plastik kresek

Kira-kira segitu aja sih yang kupersiapkan. Dan ternyata banyak banget yang nggak kepake. Tapi yang kurang banget itu bayi ayah dan ibu. Jadi, usahakan untuk perintilan kecil sebaiknya yang nggak terlalu penting nggak usah dibawa. Baju-baju aja yang dibanyakin karena ternyata lumayan sering ganti baju. Apalagi buat si ayah yang bolak-balik urus administrasi, dll. Mudah-mudahan bermanfaat ya dan sampai ketemu di postingan berikutnya!

Salam,

logo


My Pregnancy Stories Part 1.

6 Desember 2018

Pregnant

Hai teman-teman semuanya, setelah seeeeekiaaaaan lama aku nggak pernah posting di blog ini lagi, hari ini aku sudah rindu dan mudah-mudahan kedepannya bisa terus posting karena sayang banget tiap tahun tetep bayar kalo gak diisi dengan tulisan yang bermanfaat tuh rasanya gimana gitu. Nah, di postingan kali ini aku mau coba ceritakan pengalaman Hamil Pertama ya.

Jadi, semua ini berawal di bulan Desember tahun lalu. Kira-kira di akhir Desember itu aku, Miyu dan suami jalan-jalan ke Dufan. Sebelumnya, setiap kali ke Dufan pasti aku berani coba ini coba itu, tapi entah kenapa kok feelingku nggak enak buat nyoba yang ekstrim-ekstrim. Dari situ sih sebenernya nggak punya rasa apa-apa kalau lagi hamil, tapi mungkin memang tubuh ibu hamil itu punya kepekaan sendiri walaupun kitanya nggak sadar ya. Jadi, aku cuma naik wahana yang sedang-sedang aja PADAHAL SAAT ITU AKU UDAH HAMIL 1 BULAN.

IMG_0472

Nah, jadi proses pembuahannya itu diketahui tanggal 6 Desember 2018. Dan aku cek ke SPOG pertama kali itu di tanggal 18 Januari 2019. Sebelumnya aku sempat testpack sampe 2x karena saking nggak percaya dan hasilnya tetap POSITIF.

Begitu dinyatakan hamil oleh dokter dan dikasihtau bahwa usia kandungannya sudah 6 minggu (lebih dari sebulan) disitu kaget bukan main dan langsung keinget pas akhir Desember kemarin padahal masih nyempetin main ke Dufan ya. Kok nggak ngerasain apa-apa? Nah, jadi memang karena janinnya masih kecil banget dan bahkan nggak kelihatan ya (cuma kelihatan kantung hamilnya aja) jadi wajar kalau sebagai new mom belum ngerasain dan sadar kalau lagi hamil.

Trimester Pertama

Banyak cerita-cerita bumil tentang mual dan muntah yang mereka alami di awal trimester. Tapi, aku belum ngerasain apa-apa saat itu. Barulah di pertengahan mulai timbul rasa eneg, pengen muntah dan sangat sensitif sama bau. Bahkan bau keringat suami sendiri. Disitu akhirnya aku minta obat mual sama dokter supaya nggak begitu parah mualnya.

IMG_0475

Menurutku ini obat mual yang sangat ampuh ya buat bumil. Karena aku minum ini dan sangat membantu mengembalikan mood dan aktivitas biar nggak terlalu sering muntah. Ya, meskipun nggak sampe muntah, tetap aja ya kondisi bumil di awal trimester itu masih gampang capek dan baper. Jadi di awal trimester itu memang aku banyakin istirahat, kurangin kegiatan dan menghindari hal-hal atau omongan yang bikin stress. Lebih banyak me-time dan tidur.

Oke, kira-kira gambarannya yang bisa kukasih seperti itu ya di awal trimester. Nggak terlalu banyak keluhan sebenarnya, cuma mual aja dan badan nggak bisa diajak kompromi sama sekali. Harus rajin-rajin atur mood supaya nggak berantakan karena bisa menyebabkan stress dan itu nggak boleh dialami sama bumil. Juga masih penyesuaian hormon karena ini kali pertamanya, bingung sih buatku, kok gini rasanya, kok gitu rasanya? Dan sebagai new mom pastinya harus banyak cari tahu tentang kehamilan, proses melahirkan bahkan sampai di proses menyusui. Pokoknya, aku sangat menikmati proses hamil ini yang begitu nano-nano dan mudah-mudahan aku bisa lanjut lagi ceritain di Trimester Kedua dan Ketiga, sampai nanti Persiapan Melahirkan dan Menyusui.

Jadi, buat kalian yang usia kandungannya masih kecil boleh ikutan sharing di sini dan mungkin punya tips untuk para bumil yang masih mengalami mual muntah di awal trimester. Sampai jumpa lagi ya!

Salam,

logo