Tag : guru bahasa

Belajar Bahasa Jepang Online.

ara

 

Selamat pagi.

Hari ini saya baru saja selesai mengajar bahasa Indonesia pada salah satu murid saya di daerah Senayan. Sengaja saya banyak keluarkan flash card untuk kembali me-review kosakata yang sudah dipelajari kemarin dan pembetulan pengucapan bahasa Indonesia yang benar. Murid saya yang satu ini mengaku senang belajar bahasa asing. Dan tidak heran beliau sangat semangat belajar bahasa Indonesia. Keingintahuan dan rasa penasaran pada budaya Indonesia pun sangat kuat. Bahkan saya melihatnya seperti orang asing yang sudah pernah belajar bahasa Indonesia sebelumnya. Itulah mengapa saya senang bertemu dengan murid-murid baru. Termasuk, bagaimana cara mereka mempelajari bahasa kita; bagaimana cara saya membuat mereka mengerti dan paham bahasa kita; dan bagaimana cara membuat belajar itu menjadi menyenangkan. Itu poin pentingnya.

Karena pada dasarnya, belajar adalah kegiatan yang pasti akan membuat otak kita berpikir untuk menyelesaikan sesuatu. Apalagi belajar bahasa, tidak cukup hanya di tata bahasa saja. Banyak hal menarik yang bisa kita ambil dari mempelajari bahasa asing. Tapi, ingat, bahasa Indonesia tetap harus diutamakan. Bagaimana pun juga, secinta apa pun kita pada bahasa asing, jangan sepelekan bahasa ibu. Karena dengan memahaminya, tentu akan memberikan peluang lebih mudah mengajarkan dan mengenalkan siapa itu Indonesia kepada orang asing lainnya.

Nah, di bulan ini saya akan menantang diri untuk membuka kelas bahasa Jepang online untuk orang Indonesia. Tapi bukan private, melainkan lewat grup WhatsApp. Saya penasaran saja, apa yang membuat kalian tertarik untuk belajar bahasa Jepang. Dan di sini, kita bukan hanya sekadar “belajar”, tapi kita akan “bermain” tanpa ada rasa seperti layaknya kelas yang membosankan. Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan dibaca penjelasannya di bawah ini.

Kelas Bahasa Jepang Online Via WhatsApp

Belajar bahasa Jepang tidak harus pergi ke tempat les, bahkan di dalam bus pun bisa. Lewat aplikasi chat WhatsApp, kamu hanya perlu meluangkan waktu 3 jam dalam seminggu sebanyak 2 kali pertemuan. Sebelum kelas berlangsung, saya akan membagikan materi pelajaran untuk dibaca dan dipahami terlebih dahulu. Saat kelas dimulai, siapapun boleh bertanya dan kita akan berlatih bersama-sama. Sama seperti kelas pada umumnya, kamu perlu mempersiapkan buku/kertas untuk latihan menulis dan pensil. Tugas dan PR juga akan diberikan ketika sudah lewat dari 2 pertemuan.

Kelas yang tersedia adalah kelas bagi pemula.

Kita akan belajar mulai dari cara menulis dan membaca huruf-huruf Jepang.

Dan kelas akan dimulai pada awal Agustus 2017.

Kamu boleh mendaftar terlebih dahulu mulai HARI INI hingga tanggal 31 Juli 2017.

Fee yang harus kamu bayar sebulan adalah Rp. 150.000 saja.

Sedangkan batas transfer adalah tanggal 25 Juli – 31 Juli 2017.

Buat kamu yang sibuk di hari biasa, saya sarankan untuk mengambil kelas di Grup Weekend.

Sebaliknya, jika kamu senggang di hari biasa, silakan ambil kelas di Grup Weekday.

Jadwalnya bisa kamu lihat di bawah ini.

Grup Weekday 

Senin dan Kamis

14:00-15:30

Grup Weekend

Sabtu dan Minggu

13:00-14:30

Bagaimana cara mendaftarnya?

Langsung saja ikuti format di bawah ini,

DAFTAR(spasi)NAMA(spasi)GRUP(spasi)NO.WHATSAPP

Lalu kirimkan ke nomer Whatsapp 081291167796.

Pendaftaran ditutup maksimal 31 Juli 2017.

Setelah kamu mendaftar, tunggu balasan konfirmasi dan lanjutkan pembayaran supaya nomermu bisa langsung dimasukkan ke grup Whatsapp Kelas Bahasa Jepang Online.

Sampai ketemu di kelas ya!

Salam,

logo


Bahasa Indonesia, Susah?

 

563cea839d6b5-resize-693x200

Sebagai warga negara Indonesia, tentunya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar yang digunakan masyarakatnya di kehidupan sehari-hari. Walaupun di beberapa wilayah di Indonesia masih ada juga yang mempertahankan penggunaan bahasa daerah mereka seperti bahasa Jawa, Sunda, Padang, dll. Tapi, sekiranya orang Indonesia sendiri pasti paham dan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang resmi. Nah, pertanyaannya: seberapa sulitkah bahasa Indonesia itu bagi kita maupun orang asing pembelajarnya?

Sebelum kita membahas apakah bahasa Indonesia itu tergolong bahasa yang sulit untuk dipelajari, saya mau tanya ke kalian–apakah kalian pernah belajar bahasa asing selain bahasa Inggris? Kalau ya, berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk bisa berbahasa asing tersebut? 

Sebenarnya, tidak ada yang salah kok jika kita mempelajari bahasa asing. Tidak salah juga kalau kamu menggunakan bahasa Inggris setiap hari. Tetapi menurut saya, akan jauh lebih baik jika kita perdalam dulu bahasa Indonesia sehingga kita akan terlihat keren pada saat mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada orang asing. Akan sangat aneh bukan kalau kita pintar berbahasa asing tapi begitu orang asing itu meminta untuk kita ajarkan bahasa Indonesia, eh kitanya malah bingung sendiri–ini teh bahasa Indonesianya gimana.

Pengalaman Jadi Guru Bahasa

Teacher Pointing at Map of World ca. 2002
Guru, profesi yang sangat keren tapi sering diabaikan dan direndahkan

Sejak kecil saya tidak pernah berpikir akan menjadi guru, pengajar, atau pembelajar bahasa asing di suatu institusi atau private tutor. Tapi pada akhirnya saya tercemplung juga ke dunia bahasa. Bukan karena terpaksa, tapi melainkan saya mempunyai ketertarikan sendiri terhadap bahasa dan akar-akarnya. Walaupun jujur saya harus katakan, sejak di masa sekolah, nilai bahasa Indonesia saya tidak jauh lebih baik dibandingkan pelajaran bahasa asing lainnya.

Sekitar setahun yang lalu, saya memutuskan untuk lebih fokus belajar bahasa Indonesia karena tuntutan pekerjaan. Walaupun saya belum pernah mendalami sastra Indonesia, tetapi saya ini kan orang Indonesia, pasti bisa memahami bahasa Indonesia sesulit apa pun itu. Dan memang, faktor kecintaan menjadi jalan yang memudahkannya.

Bertahun-tahun saya mengenal bahasa Inggris, sampai akhirnya saya jatuh hati untuk belajar bahasa Jepang di universitas. Dan sampailah saya di titik–akan mengajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing yang mampu berbahasa Inggris maupun Jepang. Kemudian, di sekitar tahun 2011 saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar bahasa Inggris untuk orang Jepang. Kala itu bahasa Jepang saya tidak begitu bagus jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, jadi cukup percaya diri lah. Dan uniknya, kami berkomunikasi dengan 3 bahasa sekaligus yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang. Menurut saya, ini adalah pengalaman yang seru banget karena saya mengajar bahasa asing untuk orang asing yang belajar bahasa asing. Mengerti?

Seperti itulah luasnya dunia bahasa.

Ketika dipertemukan dengan orang-orang yang sama-sama penyuka dan penggemar bahasa, begitu pun di dunia tulis-menulis, bahasa Indonesia akan sangat dipertanyakan. Tulisan kita, pengajaran kita, pasti akan diingat oleh orang lain. Dan kebenarannya akan dipertanggungjawabkan. Oh, tulisannya bagus dan penyampaiannya sangat menyentuh. Bahasa Indonesia kamu mulus banget. Salah satu komen seorang editor di perusahaan penerbitan terkenal di Indonesia. Padahal saya orang Indonesia, tapi bahasa Indonesia saya dipuji banget. Seolah-olah saya ini orang asing yang sedang belajar bahasa Indonesia. Nah, kembali lagi ke pengalaman saya sebagai guru, ternyata, tantangannya tidak terlepas dari akar bahasa itu sendiri, melainkan budaya yang melekat di dalamnya.

bahasa_0

Contohnya, waktu saya ngajar bahasa Inggris, saya juga kadang pakai bahasa Indonesia dan beliau bertanya “Kenapa orang Indonesia pintar bahasa Inggris–maksudnya, pengucapannya bagus?”

Lalu tiba-tiba beliau menambahkan, “Budaya bahasanya sangat bagus. Mungkin orang Indonesia memiliki kemampuan bahasa yang lebih dari orang Jepang. Mungkin juga kemauan untuk belajar bahasanya kuat.”

Ya jelas Pak, kami dari kecil sudah diajari orangtua kami bahasa Inggris. Di sekolah juga ada pelajarannya. Udah di sekolah ada, lesnya juga ga ketinggalan Pak. Waktu di rumah, kadang suka disetelin lagu atau film berbahasa Inggris. Kami terbiasa mendengar kata dalam bahasa Inggris. Bukan bahasa yang asing lagi buat kami, Pak. Apalagi di tahun 2016 ini. Makin banyak SD bahkan TK yang mewajibkan murid maupun orangtua muridnya sudah memahami bahasa Inggris terlebih dahulu. 

Beliau ini, murid saya, asli orang Jepang, kira-kira umurnya 35 tahun ke atas. Namanya Okuchi. Gampang lupa. Tapi suka tiba-tiba keingat sendiri. Beliau ini lumayan bisa bercakap-cakap pakai bahasa Indonesia, tapi dikarenakan tuntutan kerjaan, ya ternyata bahasa Inggris lebih diutamakan. Saya pun menjawab sambil tersenyum ke beliau. Ya, memang lidahnya orang Indonesia sangat fleksibel. Beruntung sih kita sebagai orang Indonesia yang tidak begitu mempermasalahkan soal pengucapan. Mau pakai bahasa Inggris kek, bahasa Jepang kek, bahkan bahasa Prancis dan Rusia sekalipun, orang Indonesia cukup baik melafalkan kata per kata sampai pada percakapan panjang.

Kemudian kita maju lagi sampai di tahun 2015. Saya ketemu sama orang asing yang statusnya sama seperti Pak Okuchi, expatriate Jepang yang tinggal di Indonesia. Tapi kali ini saya mengajar bukan bahasa Inggris, melainkan bahasa Indonesia. Nambah lagi deh tantangannya. Kalau saya ngajar bahasa ibu saya sendiri, artinya saya harus, kudu, siap untuk menjawab segala pertanyaan tentang Indonesia. Termasuk budayanya.

93047528_69b6b97924

Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan murid saya yang sekarang mengenai bahasa Indonesia lebih kurangnya adalah tentang perubahan bentuk.

Hari ini kami belajar tentang pola perubahan bentuk kata kerja memper-kan. Contoh:

Kerja — Bekerja — Pekerja — Mempekerjakan — Kerjakanlah!

Kalau sampai di sini pasti semua paham, ya? Tapi, kalau sudah masuk ke bagian “Kenapa bisa seperti itu?” atau “Rumusnya apa?” pasti kita dibuat bingung sendiri dan mutar otak gimana caranya supaya pelajaran ini jadi menyenangkan, bukan menyulitkan.

Coba perhatikan kata “memperingati” dalam kalimat di bawah ini:

Kami memperingati HUT Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.

ternyata lebih berterima dibandingkan:

Kami memperingatkan HUT Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.

Bagi murid saya ini sangat sulit, tapi beliau sendiri yang memaksakan saya untuk mengajarinya di bab ini. Nah pertanyaannya adalah, sedari tadi kita belajar tentang memper-kan tapi kenapa ada memper-i dan apa bedanya?

Ada yang bisa jawab?

ikhlash-05

Sepanjang dan sejauh saya mempelajari (nah, pakai mempelajari nih) bahasa Jepang, memang banyak sekali perubahan bentuk struktur kata mulai dari Kata Sifat, Kata Benda, Kata Kerja yang dapat menghidupkan suatu kalimat. Sama seperti bahasa Indonesia. Tapi, masalahnya terletak pada: terkadang kita tidak atau belum menemukan rumus atau cara pemakaian yang baik untuk merubah kata ini menjadi kata itu. Saya pernah coba bertanya ke beberapa orang Indonesia, dan mereka rata-rata menjawab “Ya bahasa Indonesianya memang begitu.” dan itulah yang kadang belum bisa diterima oleh orang Jepang.

Supaya kalian lebih bisa berimajinasi, coba saya paparkan salah satu rumus perubahan pola kata dalam bahasa Indonesia ya.

Sapu — Menyapu

Sanggah — Menyanggah

dan

Tari — Menari

Tonton — Menonton

Bisa disimpulkan bahwa awalan huruf “S” pada kata dasar jika ingin dirubah menjadi pola -me maka akan menjadi -meny. Tidak mungkin berubah jadi mesapu, mengapu, atau memsapu.

Begitu juga pada awalan huruf “T” pada kata dasar jika ingin dirubah menjadi pola -me maka akan menjadi -men. Tidak mungkin berubah jadi metari, mengtari, atau memtari.

Nah, rumus seperti ini sebenarnya ada di buku-buku pelajaran bahasa Indonesia untuk orang asing. Tetapi mungkin saya lupa, coba ingatkan lagi, apakah kita waktu SD pernah belajar bahasa Indonesia dengan rumus seperti ini?

bingung-memulai-usaha-apa-ini-solusinya

Bahasa Indonesia, Susah?

Pokok penting dari mempelajari bahasa sebenarnya bukan permasalahan susah atau tidak, tetapi terbiasa atau tidak. Coba tengok bahasa Arab dan Prancis yang kata bendanya memiliki jenis kelamin. Sama juga dengan bahasa Indonesia. Mungkin ada hal-hal yang sulit dalam mempelajari bahasa Indonesia, tetapi kita tidak fokus pada tingkat kesusahannya, seberapa susahnya. Bukan itu. Fokus kita pada penyelesaian, solusi. Dan juga, bagaimana caranya supaya kita bisa belajar dengan perasaan yang senang. Bagi saya, bahasa Indonesia memang memiliki tingkat kesulitan yang lumayan. Siapapun pengajar bahasa, dari mana pun kalian berasal, wajib yang namanya mempelajari bahasa itu lagi. Sekalipun kita orang Indonesia yang dinilai orang asing pasti bisa mengajar bahasa Indonesia, belum tentu semua orang Indonesia bisa. Saya pun, percayalah, bukan yang ahli dalam mengajar bahasa. Bahasa Indonesia pun bukan keahlian saya. Tapi, saya senang dengan segala macam yang berhubungan dengan bahasa dan budaya. Saya banyak bicara dan menulis. Dan karena itulah saya mau mengajar dan belajar. Sebenarnya kuncinya hanya satu, jangan pikirkan kesulitannya tetapi coba cari dan temukan solusinya.

cara-mengatasi-masalah-dalam-rumah-tangga

Jadi, pertanyaan saya: menurut kalian bahasa Indonesia itu susah atau tidak?

Salam,

cropped-logo-300x300