Category : psychology

Knowledge Is Power.

Pernah suatu ketika seseorang bertanya kepadaku,

“Bagaimana caranya agar saya bisa mengenalmu lebih dekat?”

Kujawab,

“Bacalah blogku. Disitu aku menulis banyak hal. Dan ketahuilah bagaimana karakter asliku dari tulisan-tulisanku ini.”

photo-stock-tulisan-tangan-5927c4ac8e7e61d11fab6eea

Kalau dalam ilmu psikologi, setahuku memang ada pelajarannya untuk mengenal seseorang lewat gaya tulisan atau tulis tangan. Bahkan aku pernah bertemu dengan orang yang memang di bidang ini. Sebenarnya aku senang banget punya kenalan baru atau teman yang memang menguasai ilmu psikologi. Entah kenapa, rasanya seru aja kalau bisa memahami orang lain walaupun tidak harus terlalu dekat dengannya. Contohnya, di blog si A tertulis banyak hal yang terperinci, hal-hal kecil pun dibahas. Artinya apa? Berarti si A suka hal-hal yang mendetil. Jangan heran jika berkomunikasi dengannya maka akan muncul beberapa kalimat yang mungkin bagi orang yang tidak suka hal-hal detil dianggap “ribet”.

Ini juga yang terjadi padaku. Aku adalah seseorang yang perfeksionis. Misalnya waktu aku melipat baju dan menaruhnya di lemari, begitu kulihat bajunya tidak tertata rapi, maka rasanya ada yang mengganjal. Artinya, aku memang sangat mendetil, sangat terperinci. Oleh karena itu, pada saat berbicara, curhat, berkomunikasi denganku, biasanya lawan bicara aku akan menemukan hal-hal rinci yang keluar dariku. Saat seseorang membutuhkan saran atau solusi dariku, maka aku akan pertanyakan dulu beberapa hal, seperti:

  1. Masalahnya apa?
  2. Penyebabnya apa?
  3. Apa yang sudah dilakukan selama ini?
  4. dll

Dari setiap jawaban-jawaban inilah aku akan menganalisa dan mendeteksi akar permasalahan dan solusi yang sesuai untuknya. Dan ini sangat detil.

lar7rbztr6ufahyk7ewf

Dan, di postingan kali ini sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan bahwa persiapanku waktu aku tahu aku hamil hingga sekarang; sudah melahirkan dan masuk di Trimester 4 Dunia Menyusui itu bukan sembarang persiapan. Jadi, maksudnya, aku mempersiapkan segala-segala kemungkinan buruk bahkan yang terjadi di kemudian hari. Sempat beberapa kali dikomentari, “Buat apa sih ikutan kelas ini, seminar seperti itu, melahirkan dan menyusui itu nanti bisa dengan sendirinya kok tanpa perlu dipelajari.” NAHHHH INI! Ini adalah afirmasi negatif yang bisa SANGAT BERPENGARUH ke janin waktu masih jadi bumil lho. Aku sudah membuktikannya. Kata-kata yang positif bisa “melahirkan” hasil yang positif juga. Aku hanya berpikir, ibu macam apa aku ini jika hamil, melahirkan dan menyusui tidak dipelajari ilmunya. Aku hanya manusia biasa yang tidak punya kemampuan banyak hal di berbagai bidang dan aku menyadari itu. Selama kurang lebih 4 tahun aku duduk di bangku kuliah, hampir setiap hari aku belajar bahasa Jepang, memang itu duniaku, itu pilihanku, aku mengemban ilmu bahasa dan budaya Jepang. Jadi wajar jika aku paham dan ahli di bidang ini. Tapi, untuk urusan hamil, melahirkan dan menyusui, apa pernah kupelajari? Belum. Baru begitu menyadari aku hamil di situlah aku baru mempelajarinya.

Sungguh, belajar ilmu baru itu sangat seru buatku. Dari ilmu baru itulah, aku bisa mengeksplor diriku lebih jauh. Dari yang aku tidak ketahui menjadi aku yang sudah tahu. Dan aku hanya berharap, kelak karakterku yang seperti ini bisa menular ke anakku. Semoga dia pun juga menyukai mempelajari ilmu; baik itu ilmu akhirat (ilmu agama) maupun ilmu dunia. Dan yang terpenting, saat kita ingin mempelajari ilmu baru, perhatikan betul siapa guru kita, kenal dia lebih dekat, pelajari background-nya. Jangan sampai kita belajar dengan guru yang salah atau ilmu yang ngaco. Setuju?

Salam,

logo


Cemburunya Si Bayi Besar, Malyka.

Bismillah.

 

Siapa di sini yang tetap memelihara kucing dan membiarkannya masuk ke rumah walaupun dalam keadaan hamil atau saat ada bayi?

Semua pecinta kucing pasti setuju bahwa kucing bukanlah alasan utama yang menyebabkan kita, para perempuan susah hamil atau bisa membahayakan si bayi jika terus berada dalam satu rumah atau bahkan satu ruangan. Sebenarnya, sejak aku kecil, aku sudah terbiasa hidup bersama kucing dan aku punya penyakit asma. Tapi, anehnya, penyakit asmaku seolah sembuh setiap kali aku bermain sama kucing dan kambuh saat aku stres, misalnya kucingku mati atau hilang. Seriously, kucing sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan mentalku selama 27 tahun ini.

Jadi, teman-teman, tidak ada alasan untukku TIDAK MEMELIHARA KUCING walaupun aku sudah menikah.

Aku ingin memperkenalkannya kepada kalian, namanya Malyka. Dia adalah kucing jantan yang tiba-tiba datang dan minta makan ke aku waktu aku masih tinggal di kontrakan. Malyka datang saat dia masih kitten, masih kecil sekali dan sangat lincah. Sejak saat itulah, karena kelucuannya dan dia manja banget, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk memelihara dan merawatnya. Walaupun belum bisa sepenuhnya membiarkan seterusnya dia masuk ke rumah karena tidak ada yang jaga, setidaknya aku berusaha memberikan dia makanan yang bersih, lingkungan yang selalu steril dan pemeriksaan ke vet. Dia sudah vaksin dan sering aku grooming.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.50.46

Sebelum hamil, banyak banget orang-orang yang beranggapan dengan adanya Malyka aku jadi belum juga hamil-hamil. Tapi aku tutup kuping dan aku meyakini sekali bahwa anak itu titipan Allah, jadi Allah yang nentuin kapan waktu terbaik untuk dikasih, bukan karena kucing. Kira-kira 11 bulan lamanya aku kosong dan selama itu pula nggak sedikit pun aku berusaha menjauh dari Malyka. Bahkan semakin akrab dan dekat. Aku dan Malyka sering sekali menghabiskan waktu tidur siang bersama, satu ranjang. Saat itu aku masih belum hamil.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.52.50

Lalu, kira-kira bulan Desember 2018 aku main ke Dufan bareng suami dan teman Jepangku, Miyu. Sepulangnya dari sana, beberapa hari kemudian aku ngerasain kayak ada perubahan fisik dan mood. 8 hari lamanya aku terlambat datang bulan. Tapi aku masih cuek karena sudah 11 bulan juga aku nunggu, mungkin cuma kecapean makanya telat banget, begitu pikirku. Tapi, perasaan memang nggak bisa dibohongi. Rasanya aku pengen beli testpack. Pas aku coba, ternyata benar, AKU HAMIL. Malyka masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Aku kabari suamiku, bahkan aku kasihtau Malyka dengan girangnya. Dan, hari demi hari, bulan demi bulan, semakin besar perutku, semakin dekat pula aku dan Malyka. Aku selalu ajak bicara Malyka dan memperkenalkan bayiku kepadanya.

“Mal, nanti kalau dede Hana sudah keluar dan sudah agak besar, main bareng ya. Kalian jadi sahabat ya.

Elus dong perutku.”

Dan Malyka cuma bisa jawab: “Meooooow.”

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.51.55

Semakin besar perutku, Malyka semakin penasaran dan mendekatiku. Aku sama sekali tidak menjauh darinya. Karena aku menyakini bahwa kucing pun bisa mendoakan kita. Dia menyayangi kita dengan tulus. Dan jangan anggap kucing adalah hewan kotor yang suka makan sampah. Mereka wajib kita sayangi. Bahkan Rasulullah dan para sahabat saja sangat mencintai kucing dan memeliharanya.

“Kucing itu tidak najis, ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).”

(HR. Tirmidzi)

Sampai tiba saatnya persalinanku, kutelpon Mama dan kutanyakan kabar Malyka. Sudah makan belum, lagi ngapain, kutelpon Mama beberapa jam sebelum persalinan. Aku sudah menganggapnya seperti keluargaku sendiri. Bahkan saat dia lepas dan nggak pulang selama 3 hari, aku nggak bisa tidur, stres dan khawatir karena dia nggak ada. Jadi, yang membuatku selama ini bisa menikmati kehamilan dengan bahagia salah satunya adalah karena Malyka. Dia sumber energi positif dan yang selalu bisa bikin mood aku kembali normal. Setelah aku melahirkan Hana dan masih dalam proses pemulihan, Malyka paham bahwa aku sedang ‘sakit’ dan tidak mau terlalu diganggu. Dia tidak mendekatiku bahkan dia sempat keluar rumah beberapa hari dan pulang kembali.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.53.11

Kira-kira 2 minggu setelah proses persalinanku, akhirnya Malyka mulai manja-manjaan lagi dan menunjukkan sikap cemburunya. Jadi, waktu selesai kasih dia makan, aku berdiri dan mau nyamperin Hana di kamar. Tiba-tiba dia kayak nahan gitu dan nyakar telapak kaki aku. Padahal aku nggak ngapa-ngapain dia lho. Aku cuma mau ke kamar untuk nengok Hana yang lagi bobo. Dia terus ngeong-ngeong minta perhatian, akhirnya aku tenangin dulu dan jelasin ke Malyka kalau aku nggak bermaksud buat nyuekin dia. Beberapa kali aku sempat dicakar. Sembuh, dicakar lagi. Sembuh, dicakar lagi. Setelah itu Malyka menjatuhkan kepalanya ke kaki aku seolah-olah aku nggak boleh ke kamar Hana.

Tapi itu hanya di awal. Mungkin perubahan situasi rumah yang membuatnya seperti itu. Sekarang sudah hampir 1 bulan dan Malyka bersikap jauh lebih bijak dan normal. Tapi manjanya jadi dua kali lipat.

Dan tahu nggak, beberapa kali dia sempat menemaniku yang sedang menyusui Hana. Lagi-lagi menjatuhkan kepalanya ke telapak kaki aku dan tertidur di kaki aku. Aku merasa punya dua bayi sekarang. Jujur, aku merasa sangat sangat bahagia dengan momen seperti ini. Malyka memang tidak berani dekat-dekat dengan Hana, seriously. Dia nggak pernah ngedeketin Hana apalagi menyentuhnya. Dia cuma ngedeket ke aku dan meminta perhatian dari aku. Dia mungkin paham bahwa Hana masih terlalu kecil untuk diajak main. Nanti akan ada saatnya Malyka dan Hana main bersama, tentunya dengan pengawasan aku dan Ayahnya.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 14.51.40Dan pernah suatu hari, Ayahnya nemuin Malyka tertidur pulas di kamar mandi. Aku tahu kenapa Malyka tidur di kamar mandi. Karena orang rumah ngelarang dia untuk masuk kamar Hana, jadinya dia nunggu di kamar mandi YANG KEBETULAN PERSIS DI DEPAN KAMAR HANA. Akhir-akhir ini dia bersikap seperti itu terus. Aku ke kamar mandi pun, dia tetap tertidur di lantai, sama sekali nggak beranjak. Kadang aku kasihan, dia jadi kurang perhatian. Tapi aku selalu berusaha karena aku setiap hari ada di rumah, jadi sebisa mungkin bersikap adil terhadap keduanya.

Jauh sebelum aku tahu aku mengandung Hana, aku selalu berdoa agar Malyka dan anakku kelak bisa menjadi sahabat, mereka bisa membawaku dan Ayahnya ke Jannah. Aku tidak berharap banyak selain aku meminta kepada Allah agar kelak kami, aku, Ayah, Hana dan Malyka bisa kembali bertemu di akhirat dalam keadaan berbahagia dan bersatu kembali di Jannah-Nya. Aku ingin menjaga mereka semua, keluarga kecil ini, yang benar-benar membuatku memahami makna kehidupan yang sesungguhnya. Allah titipkan Malyka kepadaku dan Ayah agar bisa dirawat dan diberikan kasih sayang selayaknya manusia kepada hewan. Bukan untuk disakiti atau dihina-hina keberadaannya. Jika mereka datangi kita, berikan sedikit makanan. Karena kucing adalah makhluk ciptaan Allah juga yang wajib disayangi. Dan Allah titipkan juga Hana untuk dididik, dirawat, dijaga, diberikan pengajaran tentang tauhid, agar kelak besar ia bisa menjadi wanita shalihah, mukminah yang taat dan takut hanya kepada Allah, bisa memberikan manfaat kepada orang-orang sekitar dan ikut serta dalam komunitas-komunitas dakwah. Insya Allah, bi’ithnillah.

WhatsApp Image 2019-10-01 at 15.38.13

Salam cinta dari cat-mother, Hana’s mother untuk kalian berdua yang selalu kurindukan.

Salam,

logo