Category : kematian

Kabar Kematian.

Bismillah.

kuburan

Kematian adalah hal yang pasti yang sebenarnya patut dipertanyakan bagaimana persiapannya.

Aku, bahkan kamu yang sedang membaca tulisan ini, sedetik, semenit, sejam kemudian pun bisa saja Allah tetapkan untuk kembali pada-Nya.

Tepatnya kemarin siang, aku kembali dikabari oleh beberapa teman grup akhawat bahwa sahabat shalih kami meninggal dunia. Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan tentang dia dan seorang teman lagi yang beberapa minggu sebelumnya (bahkan sebelum aku melahirkan) sudah pergi duluan. Aku dan Pipit (sahabatku yang satu lagi) bertakziyah dan sayangnya belum sempat melihat langsung untuk terakhir kalinya. Kali ini aku dan Pipit kembali dikejutkan dengan kehilangan satu sahabat lagi.

Sebelum pergi meninggalkan kami semua, almarhum sempat menulis kata-kata terakhirnya, kata-kata permintaan maaf. Sungguh, kedua sahabat kami ini sangat baik, antusias pada dunia dakwah sangat besar, bahkan, aku, Pipit, almarhumah Mba Ega, almarhum Rendi dan abi kami, Ust. Bachtiar Nasir pernah berfoto dan berada di satu acara besar. Dari kepergian mereka berdua, membuatku dan Pipit kembali menyadari bahwa kematian akan menjemput tidak hanya kepada orang-orang yang sakit, tetapi juga bahkan kepada orang-orang yang sehat.

Pertanyaannya:

Lalu, kita kapan nyusul?

Dulu, jauh sebelum aku mengenal dakwah dan orang-orang shalih shalihah di dalamnya, aku tidak pernah mengingat atau bahkan merasa ‘kacau’ dengan pikiran dan hati sendiri saat melihat ada orang yang meninggal dunia. Biasa-biasa aja, gitu. ‘Kan semua orang pasti akan merasakan mati. Hal yang biasa terjadi. Tapi, bukan itu poinnya. Saat itu aku tidak mempedulikan bagaimana proses kematian itu, setelah mati, lalu dikubur, bagaimana kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama hidup di dunia, dan apa yang kita bawa, amal apa yang sudah kita siapkan?

Dan saat ini, semakin hari aku sudah melihat dan menyaksikan satu per satu saudara terdekatku pergi menghadap Allah. Melihat kuburan itu langsung dari kedua bola mata ini. Wangi-wangi tanah yang begitu tercium. Setelah dikuburkan, semua orang berdoa, lalu meninggalkannya dalam kegelapan kubur, entah, apa yang dirasakan oleh orang yang sudah meninggal itu. Apakah benar-benar ada rasa takut? Merasakan kegelapan? Atau ada cahaya Al-Quran yang menemaninya? Sungguh, aku mengetik dan membayangkannya sambil perlahan menitikkan air mata. Sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kematian?

Bagaimana dengan kalian, apakah setiap ada kabar kematian yang datang ke kalian merasakan seperti yang kurasakan juga?

“Kapan aku menyusulnya?”

“Kapan aku masuk ke liang lahat?”

“Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(QS. Al-Jumu’ah: 8)

Semoga kita semua bisa menikmati kematian kita masing-masing dalam keadaan bertauhid dan kembali bertemu di Jannah-Nya. Aamiin.

 

 

 

 

Salam,

logo