Category : japanese

Uniqlo.

Hi fellas!

Akhir-akhir ini, saya lagi ‘kecanduan’ pakai baju polos berwarna tanpa ada motif yang berlebihan. Salah satunya adalah Long Sleeve T Blouse yang saya beli kemarin di Uniqlo.

img_3558

Sebenarnya, saya lebih suka terlihat sederhana dengan tampilan yang tidak ‘mencolok’. Cocok buat jalan-jalan atau sekedar ketemuan sama temen selagi bukan acara yang serius.

Saya juga bukan orang dengan tipikal yang peduli banget tentang fashion. Saya terkesan lebih cuek soal penampilan dan paling banter sih setidaknya pakaian yang kita kenakan rapi, nyaman, tidak ketat, dan menutup aurat.

img_3559

Tentang rok atau celana, saya memang jauh lebih nyaman pakai rok. Bedanya dengan celana, kalau berpantat besar biasanya akan menjiplak. Dan pemilihan ukuran pun akan jadi masalah. Tapi kalau rok, beda. Lebih gombrong dan menutupi ‘kelebihan’ itu. Karena saya termasuk kategori yang demikian, jadi saya selalu minder kalau pakai celana. Setidaknya, kalau pun ingin pakai celana, wajib banget yang ekstra lebar dan tidak membentuk kaki. Lagipula saya bukan model yang punya kaki dan bokong yang indah. Wanita muslimah seharusnya menyadari betapa pentingnya memilih pakaian yang nyaman tapi menutup seluruh aurat. Bukan membungkus.

Untuk urusan celana, saya lebih senang pakai kulot dan dipadupadankan dengan kemeja sepanjang lutut. Jadi, tidak hanya celana saya yang harus longgar. Baju pun kalau perlu beli ukuran yang beda satu angka di atas ukuran asli. Saya juga lebih banyak membeli pakaian dengan ukuran L atau XL, dengan catatan, ukuran M adalah normal ukuran saya. Tapi tergantung setiap baju, saya pernah beli Blouse dari Uniqlo xx Hana Tajima dengan ukuran M, tapi ternyata setara dengan ukuran L yang saya punya di rumah.

Nah, kedua elemen super simple dan stylish ini menurut saya adalah gaya pakaian yang paling cocok untuk kita yang berhijab. Tidak perlu menggunakan aksesoris. Cukup pakai pakaian panjang longgar dan celana kulot besar. Kamu sudah siap bepergian dengan style sederhana tapi tetap kelihatan cantik dan modis. Ingat ya, jangan berlebihan. Dan saya merekomendasikan Uniqlo untuk kamu mendapatkan style yang sederhana tapi tetap bisa tampil manis.

img_3557

Salam,

cropped-logo.jpg


Erased.

 

erased

Hi!

 

Tepatnya kemarin malam, saya dan teman saya menyempatkan diri untuk nonton film “Erased” bersama di Blitz. “Erased” yang mengusung tema pengambilan latar cerita dari anime ini memang tidak begitu digilai oleh penonton. Menurut saya, hanya bagi para otaku, pecinta film Jepang, dan pengamat anime Jepang sajalah yang antusias penasaran untuk nonton Erased.

Sebagai penonton awam yang tidak pernah nonton anime Erased, mungkin saya hanya bisa mengagumi akting anak-anak kecil yang lebih sering dimunculkan daripada orang dewasanya. Tapi, kabar baiknya banyak sekali kata-kata penyemangat yang bisa dicontoh di film ini. Seperti, jika kamu mau menolong orang, kamu ngga perlu mikirin timbal balik dari orang itu. Kalau kamu ikhlas membantu, pasti deh hal baik akan datang dengan sendirinya ke kamu. Dan dengan menjadi “pahlawan”, kamu bisa menjadikan hidupmu lebih bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang-orang di sekitarmu.

Ya, kalau saya sudah bisa download film ini sendiri di rumah, saya mau catat semua kata-kata mutiara yang terselip di film ini.

Untuk kalian yang juga sedang mempelajari bahasa Jepang, bisa juga kok latihan listening karena pengucapannya juga jelas walaupun sedikit memakai logat daerah yang entah saya pun belum itu logat apa.

Sinopsis

Satoru adalah seorang seniman komik yang tidak begitu populer tapi memiliki kelebihan untuk melakukan perjalanan ke masa lalu dan memperbaiki hal-hal yang tidak baik. Salah satunya adalah kasus pembunuhan dan penculikan yang terjadi 18 tahun yang lalu. Satoru kembali ke masa itu untuk menyelamatkan Ibunya yang ditusuk oleh pisau oleh si penjahat dan ia juga berhasil mencegah kasus penculikan dan pembunuhan berantai.

Ketiga poin di bawah ini mewakili review dan perasaan saya sebagai penonton awam yang tidak tahu-menahu mengenai anime dari Erased ini.

1. Kejanggalan Beberapa Adegan

erased4

Kalau kamu nonton dari pertama sampai habis, perhatikan deh beberapa adegan yang membuat penonton bertanya-tanya. Dan jawabannya ga akan sampai untuk kita. Istilahnya sih, kita cuma bisa menerka-nerka saja jawabannya. Tergantung imajinasi penonton, bebas pilih jawaban yang mana. Menurut saya, ini agak sedikit memaksakan. Penonton juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Kenapa si Kayo begini?”

“Kenapa si sensei begitu?”

Dan lain sebagainya.

 

2. Akhir Cerita Kurang Gereget

erased3

Saya tidak mau spoiler tentang akhir ceritanya. Karena masih banyak juga penonton Indonesia yang belum mengenal anime Erased sehingga hanya akan menikmati filmnya. Kalau saya diminta pendapat mengenai bagaimana akhirnya?

Lha, gitu?

Seperti itulah kira-kira ekspresi saya begitu mengetahui akhir dari cerita Erased ini.

 

3. Akting Anak Kecil Lebih Mengesankan

erased2

Bukannya saya mau membanding-bandingkan antara akting para bocah dan orang dewasanya. Tapi memang penonton menjadi membanding-bandingkan di antara keduanya. Saya bisa ikutan nangis waktu melihat Satoru kecil yang bahagia masih bisa meluk Ibunya. Saya juga sedih banget waktu lihat adegan Kayo akhirnya disiapin makanan sama Ibunya Satoru. Ya, kira-kira mereka itu sangat menyentuh hati saya. Dan satu lagi, mereka itu lucu overload! 

Ini yang buat saya suka banget sama anak kecil Jepang.

Tulus. Penuh kejujuran. Dan saya pikir mereka-mereka ini sedang tidak berakting. Mereka masuk menjadi karakter yang diperankannya, lebih dari tokoh-tokoh orang dewasa yang terkesan “biasa”.

Salam,

cropped-logo.jpg