Author Archives: Lidya Oktariani

Muslimah 24 years old who currently live in Jakarta, Indonesia.

Belajar Bahasa Jepang Online.

ara

 

Selamat pagi.

Hari ini saya baru saja selesai mengajar bahasa Indonesia pada salah satu murid saya di daerah Senayan. Sengaja saya banyak keluarkan flash card untuk kembali me-review kosakata yang sudah dipelajari kemarin dan pembetulan pengucapan bahasa Indonesia yang benar. Murid saya yang satu ini mengaku senang belajar bahasa asing. Dan tidak heran beliau sangat semangat belajar bahasa Indonesia. Keingintahuan dan rasa penasaran pada budaya Indonesia pun sangat kuat. Bahkan saya melihatnya seperti orang asing yang sudah pernah belajar bahasa Indonesia sebelumnya. Itulah mengapa saya senang bertemu dengan murid-murid baru. Termasuk, bagaimana cara mereka mempelajari bahasa kita; bagaimana cara saya membuat mereka mengerti dan paham bahasa kita; dan bagaimana cara membuat belajar itu menjadi menyenangkan. Itu poin pentingnya.

Karena pada dasarnya, belajar adalah kegiatan yang pasti akan membuat otak kita berpikir untuk menyelesaikan sesuatu. Apalagi belajar bahasa, tidak cukup hanya di tata bahasa saja. Banyak hal menarik yang bisa kita ambil dari mempelajari bahasa asing. Tapi, ingat, bahasa Indonesia tetap harus diutamakan. Bagaimana pun juga, secinta apa pun kita pada bahasa asing, jangan sepelekan bahasa ibu. Karena dengan memahaminya, tentu akan memberikan peluang lebih mudah mengajarkan dan mengenalkan siapa itu Indonesia kepada orang asing lainnya.

Nah, di bulan ini saya akan menantang diri untuk membuka kelas bahasa Jepang online untuk orang Indonesia. Tapi bukan private, melainkan lewat grup WhatsApp. Saya penasaran saja, apa yang membuat kalian tertarik untuk belajar bahasa Jepang. Dan di sini, kita bukan hanya sekadar “belajar”, tapi kita akan “bermain” tanpa ada rasa seperti layaknya kelas yang membosankan. Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan dibaca penjelasannya di bawah ini.

Kelas Bahasa Jepang Online Via WhatsApp

Belajar bahasa Jepang tidak harus pergi ke tempat les, bahkan di dalam bus pun bisa. Lewat aplikasi chat WhatsApp, kamu hanya perlu meluangkan waktu 3 jam dalam seminggu sebanyak 2 kali pertemuan. Sebelum kelas berlangsung, saya akan membagikan materi pelajaran untuk dibaca dan dipahami terlebih dahulu. Saat kelas dimulai, siapapun boleh bertanya dan kita akan berlatih bersama-sama. Sama seperti kelas pada umumnya, kamu perlu mempersiapkan buku/kertas untuk latihan menulis dan pensil. Tugas dan PR juga akan diberikan ketika sudah lewat dari 2 pertemuan.

Kelas yang tersedia adalah kelas bagi pemula.

Kita akan belajar mulai dari cara menulis dan membaca huruf-huruf Jepang.

Dan kelas akan dimulai pada awal Agustus 2017.

Kamu boleh mendaftar terlebih dahulu mulai HARI INI hingga tanggal 31 Juli 2017.

Fee yang harus kamu bayar sebulan adalah Rp. 150.000 saja.

Sedangkan batas transfer adalah tanggal 25 Juli – 31 Juli 2017.

Buat kamu yang sibuk di hari biasa, saya sarankan untuk mengambil kelas di Grup Weekend.

Sebaliknya, jika kamu senggang di hari biasa, silakan ambil kelas di Grup Weekday.

Jadwalnya bisa kamu lihat di bawah ini.

Grup Weekday 

Senin dan Kamis

14:00-15:30

Grup Weekend

Sabtu dan Minggu

13:00-14:30

Bagaimana cara mendaftarnya?

Langsung saja ikuti format di bawah ini,

DAFTAR(spasi)NAMA(spasi)GRUP(spasi)NO.WHATSAPP

Lalu kirimkan ke nomer Whatsapp 081291167796.

Pendaftaran ditutup maksimal 31 Juli 2017.

Setelah kamu mendaftar, tunggu balasan konfirmasi dan lanjutkan pembayaran supaya nomermu bisa langsung dimasukkan ke grup Whatsapp Kelas Bahasa Jepang Online.

Sampai ketemu di kelas ya!

Salam,

logo


What Is The Meaning Of ‘Cinta Karena Allah’. Please Tell Me.

 

10355766_709108225834209_8021965704993245429_n

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.

Wah, rasanya saya rindu sekali bisa ketak-ketik lagi depan laptop untuk meng-updated blog pribadi yang sudah disematkan sebagai terlebih dahulu cat blogger. Kenapa harus ada kata cat blogger, sih? Sebenarnya, sejak awal membuat blog ini saya memang ingin memfokuskan diri dengan cerita-cerita kucing peliharaan saya maupun kisah-kisah para pecinta kucing lainnya. Tapi mohon maaf jikalau saya terkadang masih suka random dan masih ingin berbagi cerita dengan tema yang berbeda. Dan tema kali ini adalah tentang cintanya anak remaja yang mulai memasuki fase kedewasaan.

Dan sebelum saya melanjutkan cerita, ada baiknya saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya jika selama ini saya banyak salah baik dalam ucapan dan tulisan. Mohon berkenan untuk dimaafkan.

004

Taqaballahu wa minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.

Semoga Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita kembali dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Salam cinta dan hangat dari keluarga Sumardi untuk sahabat-sahabat sekalian.

Berawal Dari Sini

REFRAIN-8

Sebenarnya saya rasa kita semua pernah mengalami yang namanya suka sama teman sekolah atau teman sekelas atau teman kecil sendiri dan sebagainya. Di masa itu, saat kita masih belum mengenal banyak hal; saat kita belum benar-benar paham akan apa maknanya cinta; dan di saat kita masih memikirkan kesenangan-kesenangan dan kejahiliyahan yang mungkin sampai sekarang masih kita lakukan.

Bagaimana jadinya jika teman sekolah kita itu datang kembali dengan tujuan yang lebih dari sekadar ‘ingin mengenal lebih jauh’ atau bahkan ‘ingin menjadikan rasa cinta yang pernah dipendam bertahun-tahun menjadi rasa yang halal’. Buat kamu yang masih punya teman yang sedang memperjuangkan seseorang di masa lalu, jangan pernah ejek dia apalagi memintanya untuk menghentikan langkah. Selama apa yang diperjuangkannya tidak melanggar perintah Allah, tentunya niat baik itu perlu didukung. Karena saya pun tidak pernah menyangka bahwa sahabat saya sendiri yang saya kenal dari dulu; yang saya sudah paham baik buruknya dia; yang saya sudah hafal kebiasaan-kebiasaannya; yang selalu setia mendengarkan cerita saya; yang selalu siap sedia untuk membantu saya; yang…, ah sudah tidak perlu disebutkan lagi karena saya dan dia sudah sangat sangat lama saling mengenal dan bersama—masih menyimpan semua rasa itu tanpa diketahui oleh saya lebih dari 7 tahun lamanya.

Awalnya saya hanya berpikir bahwa selamanya kami akan bersahabat seperti masa-masa SMA dulu. Tapi rupanya Allah memberikan skenario lain yang tidak diduga-duga.

BG0LMuBCAAEXAYI

Tapi percayalah, persahabatan kami tidaklah sempurna. Kami masih banyak kekurangan. Kami juga pernah beradu mulut, saling melontarkan kekesalan dan sempat tak berkabar karena salah paham yang saat itu kami pun tak paham alasannya. Kami juga sangat bertolak belakang—apa yang saya tidak suka, pasti dia suka; begitupun sebaliknya. Biarpun begitu, satu hal yang saya sadari dan saya sangat syukuri adalah bahwa Allah tidak pernah membiarkan saya sedih dalam kesendirian, Dia berikan saya keluarga, sahabat dan kerabat dekat untuk tempat bercerita selain kepada-Nya.

10 Tahun Pun Berlalu

liburan-begitu-cepat-berlalu

Telah terlewati 10 tahun lamanya. Dan tak ada sedikit pun yang berubah dari kami kecuali rona wajah yang sedikit menunjukkan bahwa kami sudah mulai memasuki usia 25 tahun. Ada rasa senang tersirat di wajahnya karena menyadari senyuman itu masih sama. Hanya ada perasaan bertanya-tanya yang terus mengusik di hati kami. Sungguhkah kami mampu melewati sisa-sisa waktu pertemanan kami yang dulu kami habiskan bersama di sekolah? Akankah Allah menjawab doa-doanya selama kurun waktu 7 tahun belakangan ini untuk menjadikanku yang pertama dan yang terakhir baginya? Akankah ini jawaban Allah atas doaku yang meminta untuk didatangkan sesosok manusia yang mampu mencintai kekuranganku dengan bermodalkan ilmu mencintai karena-Mu?

Dia bukanlah orang baru bagi saya; bagi keluarga saya. Begitu pun sebaliknya. Tapi, kami masih mencari-cari dan terus memohon kepada-Nya agar diberikan kemampuan untuk memahami bagaimana caranya mencintai karena-Nya. Masih panjang perjalanan ini dan masih banyak rintangan yang harus dilalui. Saya pun yakin, Allah berikan bahagia dan susah dengan takaran yang sangat sempurna. Andai pun saat ini kami sedang kesulitan, maka yang akan membantu melepaskan kesulitan-kesulitan kami adalah Allah. Karena Dia memberikan apa yang tidak disangka-sangka oleh kami; memberikan apa yang kami butuhkan; memberikan batu loncatan yang kami anggap berat namun ternyata itulah yang kami sanggupi—yang sesuai dengan kemampuan kami.

Bi’ithnillah. 

Semoga Allah ‘kan mudahkan setiap langkah sampai ke tempat tujuan. Aamiin.

Salam,

logo