Monthly Archives: April 2020

Kesibukan Baru.

10-hardest-things-new-mom-newborn-2160x1200

Sudah masuk bulan April 2020. Aku benar-benar hampir tidak ada waktu buat nulis lagi.

 

Tapi, berhubung ini sudah 2020 dan masuk pertengahan tahun, aku merasa perlu banget untuk menulis lagi di sini. Dan, kali ini aku ditemani si kecil, Hana yang duduk di sampingku sambil memegangi tangan dan perutku, sedang aku sambil mengetik dan sesekali menoleh ke arahnya.

Bisa dibilang, ini benar-benar kesibukan yang seru dan campur sari perasaanku. Selain lelah secara mental dan fisik, aku juga merasakan kebahagiaan yang aku tidak pernah rasakan sebelumnya. Beneran deh, jadi ibu itu bener-bener luar biasa rasanya! Aku masih tetap mengajar online. Kalau lagi ngajar, kadang-kadang anakku ikutan nimbrung dan mendengarkan suaraku yang sedang mengajar. Kemudian, anak muridku ikutan ketawa waktu Hana tiba-tiba mengeluarkan suara di dekat laptop dan HP. Sebenarnya, dari jaman aku hamil, aku selalu rutinkan ngajar, baik itu ngajar bahasa Jepang, bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Begitu lahiran, beberapa bulan setelahnya, aku bawa Hana ke tempat muridku. Sambil ngegendong, sambil menyusui, aku lanjut ngajar. Online pun nggak ketinggalan.

Jadi, Hana ini pasti udah paham banget ya kegiatan bundanya ini. Aku berharap, dengan aku membawa dari jaman hamil hingga saat ini ke dunia ngajarku, semoga Hana mudah dalam mencerna pelajaran apa pun itu. Termasuk ketika nanti sudah bisa bicara, Hana bisa dengan mudah menghafal Al-Qur’an. Ilmu agama akan jadi prioritas. Setelah itu barulah ilmu dunia. Kalau Hana nanya, kenapa bundanya begitu giat dan getol dalam mengajar? Mungkin bundanya akan jawab, ini adalah bagian dari dunia bunda. Dunia yang sudah digeluti sejak bunda sekolah. Dan ternyata, di dunia ini, bunda bisa menemukan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan bunda. Salah satunya adalah mereka yang bergabung di @quransaysinjapanese. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang punya semangat tinggi dalam berdakwah, belajar, dan juga berkomunikasi dengan orang asing terutama orang-orang Jepang untuk mendakwahi mereka dengan cara yang sesuai.

Sejauh ini, aku benar-benar menikmati kesibukan baru sebagai ibu sekaligus pengajar yang semakin hari semakin harus meng-upgrade diri dengan belajar.

Belajar apa?

Belajar cara ngajar orang Indonesia supaya lebih mudah menangkap bahasa Jepang.

Belajar bikin suasana kelas online jadi seru selayaknya kelas offline.

Belajar cara menyampaikan yang benar agar lebih mudah dipahami murid.

Belajar ngelawak versi Jepang supaya ibu-ibu murid Jepang nyaman dengan gaya pengajaranku.

Non stop learning pokoknya.

Next post, mudah-mudahan aku bisa sharing lebih banyak lagi tentang kegiatanku sehari-hari dan berbagai goals ke depannya seperti apa. Berhubung si kecil Hana belum tidur sekarang, jadi dia benar-benar di samping aku, memperhatikan aku ketak ketik, sambil pegang-pegang buku materi ngajar, dan, aku baru sadar betapa repotnya berkegiatan seperti ini saat ada bayi. Waktu aku ngajar kemarin-kemarin sebelum lahiran, banyak murid-muridku yang les di aku dengan membawa bayi atau balita mereka. Kadang bayi-bayi itu nangis, minta nen, minta makan, minum, pegangin pensil, coret-coret buku, pegang ini-itu, bahkan pegang-pegang tangan aku, hehehe. Repot ya sambil belajar pegang bayi. Tapi, justru disitulah nikmatnya. Aku baru tahu rasanya jadi ibu-ibu yang seperti itu.

Oke, cukup sekian dulu hari ini.

Salam,

logo