Monthly Archives: March 2017

Cerita Kucing: Si Mada, Bandel Tapi Ngagenin.

 

Halo semuanya.

Beberapa waktu lalu, saya sempat posting tentang Naga, si manja yang loveable banget. Memang beneran manja dan super duper imut. Tapi dikarenakan Naga masih sangat membutuhkan induknya, jadi saya kembalikan untuk sementara ke pemilik asal. Setiap hari Naga nangis dan seperti kehilangan saudara. Tapi begitu saya antar lagi ke rumah asalnya, dia senang lagi bahkan yang tadinya sempat kurang nafsu makan jadi bugar banget setelah ketemu keluarganya. Karena hal itulah, saya akhirnya memutuskan untuk membawa Mada, saudaranya Naga yang sudah agak besaran ke rumah. Dia ini betina. Dan manjanya minta ampun. Tapi yang paling nyebelin adalah si Mada ini super duper nakal dan ngerusak barang banget. Pokoknya jangan sampai naruh kertas-kertas berharga di depan dia deh. Bakalan habis dirobek-robek.

Ini dia penampakannya.

IMG_6409

Kelihatannya sih anaknya nyenengin. Lihat saja dari gayanya berfoto. Raut wajah yang innocent dan “pasrah”. Tapi aslinya, bandel banget. Beneran bandel banget. Kalau nggak sabaran, mungkin nggak akan bisa merawat Mada. Tapi biar sebandel-bandelnya dia, Mada adalah satu-satunya kucing yang paling perhatian sama saya dan Mama. Seriously, setiap kali saya panggil namanya dia nyahut dan nyamperin. Bahkan sempat minta digendong dengan menjulurkan tangan ke depan, persis di depan saya saat jam-jam pulang kerja. Bahkan si mas ojek sampai kebingungan lihat kelakuan Mada yang super duper manja.

Nih, gaya tidur Mada lagi berdoa. Lucu, kan?

IMG_6518

Karena saking bandelnya, Mada pinter banget bikin semua orang rumah jadi gampang kangen. Giliran ada, dimarah-marahin karena suka ngerusak barang. Giliran nggak ada, dicari-cari. Begitulah Mada. Sekalipun terkadang suka saya ajak main di luar, Mada tetap nggak berani main jauh-jauh. Dan biasanya selalu nunggu di depan pintu rumah.

Setiap kali menggelar sajadah saat shalat pun, Mada nggak mau ketinggalan untuk “ngerusuh”. Biasanya, dia suka nyelip-nyelip di dalam mukena sambil ngusel-ngusel wajahnya ke kaki saya.

IMG_5897

Kalau dihitung sesuai dengan rencana, kira-kira minggu depan adalah waktunya saya mengembalikan Mada ke pemilik semula dan menggantinya dengan Naga. Tapi saya sudah terlanjur sayang Mada. Dan saya juga sudah kangen berat dengan Naga. Kalau Mada dan Naga di rumah, bakal jadi seperti apa ya ramainya?

Mudah-mudahan saya bisa mengambil keputusan terbaik untuk “meramaikan” isi rumah.

Sampai ketemu di postingan berikutnya ya!

Salam,

logo


The Quran.

 

 

Preface

Pada dasarnya, dalamnya hati seorang manusia tidak ada yang mengetahuinya. Hanya Allah yang mampu membolak-balikkannya semudah membalikkan telapak tangan. Di depan kita tersenyum, dalam hati kita menangis syahdu. Allah-lah yang memampukannya.

Tahun-tahun terlewati dengan beragam kisah dan pengalaman dari berbagai teman di negeri seberang sampai yang nan jauh di mato membuat saya menyadari bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita untuk berpasrah diri atas segala usaha maksimal yang sudah diikhtiarkan. Bukan hanya saya, kalian pun pasti pernah merasakan di mana diri kalian merasa jenuh, capek, letih dengan segala usaha dan harapan yang seolah-olah sudah hampir pupus. Di saat-saat seperti itulah, bukan hanya seorang teman yang bisa mengingatkan pada kebaikan saja, tetapi Quran mampu menjadi obat dari segala macam penyakit hati yang bahkan sudah meradang sekalipun.

Bahkan, kata seorang sahabat yang sangat dekat dengan saya berkata:

“Kamu di dalam kandungan sendiri. Lahir ke dunia pun sendiri. Sebelum mengenal teman pun kamu sendiri. Hingga mati pun kamu sendiri. Dalam kesendirian itu, Allah sangat dekat denganmu, di hatimu. Mengapa kamu masih meragukan-Nya? Mengapa kamu masih merasa bahwa Allah tidak menuntunmu? Andaikan kamu di dunia ini tidak memiliki teman pun, jangan pernah berkecil hati. Itu mungkin akan menjauhkanmu dari keadaan-keadaan buruk dan hal tidak berguna.”

 

Sehingga sebuah surah pun kembali mengingatkan untuk tidak berputus asa.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (1

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (2

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (3

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (4

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8

1) “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,”

2) “Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,”

3) “Yang memberatkan punggungmu?”

4) “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,”

5) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,”

6) “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,”

7) “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”

8) “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

 

(Ash-Sharh: 1-8)

Conclusion

Tidak akan ada yang memberatkan kita jika kita yakin bahwa Allah akan mudahkannya. Apa pun yang sedang kita jalani hari ini, esok dan juga kemarin yang sudah terlewati bukan berarti tidak ada artinya. Wajar jika perasaan ragu itu datang saat kita meminta kepada Allah untuk diberikan petunjuk; jalan mana yang harus dilewati. Dan bi’ithnillah, sekalipun belum ada teman yang mampu mengingatkan kembali dan menuntun kita, pun kita tidak boleh menyerah apalagi saat masih di tengah perjalanan.

Saya, kamu, dan kalian semua memiliki urusan masing-masing dan tujuan hidup yang berbeda-beda. Di saat lelah itu datang, maka istirahatkanlah sejenak hati kita untuk merenung dan mengingat Allah. Sungguh, kita tidak bisa memaksakan diri dengan segala kemampuan yang hebat sekalipun yang kita miliki. Dan Quran itu lebih dari sekadar obat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADia mampu membuat saya kembali bersemangat walau luka di hati masih membekas. Dia datang kepada saya seolah-olah mengingatkan kembali kepada Sang Pencipta. Dia datang dengan perasaan bahagia bercampur haru karena bisa kembali bertemu dengan saya. Bahkan saya pun marah pada diri ini karena rasanya tidak adil hanya datang kepadanya di saat-saat sedang membutuhkannya saja. Padahal, Quran itu bukan yang harus kita datangi secara musiman. Dia pun pernah bersedih karena yang lalu pernah meninggalkannya dengan perasaan amarah yang membludak. Tapi itu sudah terjadi, dan kini ia ada di hadapan saya lagi. Semoga Allah mampukan hati ini untuk berjalan di jalan yang lurus bersama dengan orang-orang shalih.

Salam,

logo