Daily Archives: January 26, 2017

Hikmah Sakit Part 4: Ganti Perban & Cabut Jahitan.

 

Hello everyone!

 

Rasanya sudah lama banget ya nggak ngepost lagi di blog. Maaf ya karena akhir-akhir ini saya sudah kembali disibukkan oleh pekerjaan dan kegiatan lain. Dan di postingan kali ini saya mau sharing lagi mengenai keadaan kelingking pasca operasi.

Nah, ini adalah penampakan terakhir setelah ganti perban terbaru dan cabut jahitan. Sebenarnya udah nggak pernah ngilu lagi sih dan juga nggak sakit. Tapi masih terus tegang dan keras karena pennya tegak banget. Anyway, sekarang saya sudah mulai terbiasa jalan dengan tidak menapakkan kelingking ke tanah. Awalnya memang susah, tapi selama memperhatikan betul-betul keadaan kaki-kaki orang di sekitar, bakalan aman kok. Apalagi saya orangnya aware banget kalau soal kesehatan. Jadi, setiap kali lewat di sebelah orang pasti kalau sudah mulai desek-desekan saya agak menghindar dan jaga jarak dengan mereka. Bagaimana pun keadaan di bus shelter memang agak nyeremin sih pas jam rush hour. Soalnya mereka pasti berebut untuk masuk ke bus dan dapetin kursi kosong. Alhamdulillah, sejauh ini si kelingking tidak pernah kesenggol oleh kaki-kaki manusia itu.

IMG_5313

 

Belajar Bersyukur Dari Kejadian Ini

Kalian percaya nggak bahwa Allah ‘menghadiahkan’ kejadian ini bukan tanpa alasan? Saya yakin kok bahwa Allah tuh sayang banget sama saya sampai-sampai saya diperingatin untuk lebih hati-hati lagi. Kalau kata teman kantor begini: “Lo bakalan jauh lebih aware sama tubuh lo setelah mengalami operasi macam kayak gini. Sedikit luka aja lo bakalan peka deh.” kira-kira begitulah pernyataannya. Jadi memang benar sih, dengan adanya kecelakaan ini, untuk selanjutnya pasti kita akan jauh lebih memperhatikan kesehatan supaya yang kemarin tidak terulang lagi.

Sebenarnya dari dulu saya memang agak menyepelekan keselamatan pada saat di perjalanan. Contohnya, setiap kali naik ojek dan mengantuk, saya nggak pernah bilang sama abangnya. Hasilnya kepala saya suka tiba-tiba ke belakang atau nunduk ke depan dan ngagetin abangnya. Bahaya kan? Bahaya banget lho. Kalau kehilangan kesadaran tiba-tiba gitu dan di belakang ada mobil lewat, kemudian saya jatuh dari motor, apa yang terjadi selanjutnya? Nggak usah dibayangin. Saya pun terus menganggap hal ini adalah hal yang biasa. Abangnya juga sudah deg-deg-an karena takut saya jatuh ngejomplang ke belakang. Dan sampailah kejadian tidak mengenakkan ketika saya menyadari bahwa abangnya mungkin sedikit mengantuk saat itu. Kalau saya yang bawa motornya mungkin kejadiannya sama ya. Dari lurus bisa tiba-tiba belok ke kanan dan nabrak pot bunga beton.

Mudah-mudahan kita bisa jauh lebih waspada ke depannya supaya kecelakaan macam seperti ini nggak terjadi lagi ya! Dan jangan lupa untuk selalu berdoa sebelum memulai perjalanan. Ini nih yang kesannya ‘sepele’ yang sering saya abaikan tapi akhirnya sekarang paham bahwa Allah pengen saya ‘ingat’ Dia lagi. Doakan saya yang akan melangsungkan pencabutan pen pada 2 Februari mendatang. Nanti saya share lagi kok ceritanya!

Sampai nanti ya!

 

 

Salam,

logo