Monthly Archives: November 2016

K-Drama Review: “Pinocchio” Eps. 3!

 

Halo!

Terimakasih sudah membaca review Eps. 2, kita akan lanjutkan di Eps. 3!

 

Sinopsis

Pinokio adalah drama yang mengisahkan tentang seorang reporter lokal yang dulunya bekerja sebagai supir taksi untuk membuktikan kebenaran. Ia pun berpendapat bahwa menjadi seorang reporter tidak boleh sembarang memberikan asumsi tanpa mengkroscek kebenarannya secara langsung. Lee Jong Suk (Choi Dal Po) bertemu dengan Park Shin Hye (Choi In Ha) yang merupakan keponakan angkatnya sendiri yang menderita sindrom pinokio–sindrom tidak bisa berbohong dan jika berbohong maka akan cegukan. Belasan tahun lamanya tinggal bersama membuatnya jatuh cinta dan memutuskan untuk meninggalkan nama angkatnya “Choi Dal Po” dengan kembali memakai nama aslinya “Ki Ha Myung”.

pinocchio

Episode 3 (from Viu)

Untuk dapat bertemu dengan Ibunya, In Ha ikut dalam wawancara sebuah stasiun TV. Tapi dia ketahui bahwa Ibunya, Cha Ok, ternyata adalah pewarancaranya. Saat wawancara, Cha Ok sengaja mempersulit In Ha. In Ha gagal dalam wawancara. In Ha meninggalkan stasiun TV menuju rumah. Dia berkemas dan pergi tanpa berpamitan. Hati Dal Po hancur. Dia mencarinya di tiap sudut jalan. Tiba-tiba, dia menemukan In Ha di puncak gedung tinggi, tampaknya dia akan bunuh diri.

 

pino-eps-3-1

Di episode 3 kali ini kita akan disuguhkan dengan mimpi Dal Po yang tiba-tiba terbangun dan melihat keluarganya utuh. Ia pun terus bergumam bahwa ini adalah mimpi.

pino-eps-3-2

Dal Po melihat secara jelas bagaimana kemesraan orangtuanya yang amat ia sayangi.

pino-eps-3-3

Namun Dal Po tetap merasa ini bukan mimpi. Ia bisa merasakan detil-detil taplak meja saat menyentuhnya.

pino-eps-3-4

Dan saat itu juga, In Ha pun membangunkan Dal Po yang sedang tertidur pulas di kamarnya. Ternyata, taplak meja yang ia sentuh daritadi itu adalah roknya In Ha! Ohya, hari itu In Ha akan mengikuti penyeleksian reporter yang diselenggarakan oleh MSC, tempat Ibunya bekerja.

pino-eps-3-5

Nah, saat Dal Po mengantar In Ha ke MSC, dompet Dal Po ternyata tertinggal di rumah dan Ayah In Ha tidak sengaa menemukannya. Saat itu juga ia melihat ada foto In Ha yang terselip di dompet Dal Po. Wah, sepertinya Ayah In Ha sudah mulai curiga dengan kedekatan mereka nih.

pino-eps-3-6

In Ha tiba-tiba mendapatkan balasan dari no hp Ibunya. “Fighting” atau yang artinya semangat. In Ha senang bukan main akhirnya selama bertahun-tahun smsnya tidak pernah dibalas, akhirnya ia mendapat balasan juga!

pino-eps-3-7

Di tengah jalan, Dal Po menemukan seorang kakek tua yang tidak sengaja menabrak bumper mobil seseorang. Ia pun mengatakan tidak usah khawatir dan biayanya akan ia tanggung.

pino-eps-3-8

In Ha yang sudah masuk ruang wawancara mengutarakan pendapatnya mengenai sindrom pinokio yang dideritanya. Namun yang ia dapatkan malah cacian dari Ibunya sendiri.

pino-eps-3-9

Setelah selesai wawancara, In Ha meminta Ibunya untuk membuka hpnya. Ia menelepon no hp Ibunya yang selama ini ia kenal. Tapi ternyata, itu bukan no hp Song Cha Ok! Kasihan sekali In Ha. Jadi, siapa dong yang balas sms In Ha tadi?

pino-eps-3-10

Cha Ok sangat angkuh dan sombong. Padahal sama anak sendiri. Anak kandung pula. Tapi ia terus jalan dan memprioritaskan karirnya daripada meladeni In Ha.

pino-eps-3-11

Ternyata, no hp yang selama ini In Ha anggap adalah Ibunya adalah milik pemuda tampan kaya raya. Ia meminta maaf kepada In Ha karena tidak pernah memberitahukan bahwa no hp itu bukan no hp Ibunya.

pino-eps-3-12

In Ha hanya bisa menangis dan terdiam diri. Dia sedang meratapi nasibnya. Apa mungkin benar kata Song Cha Ok, bahwa In Ha tidak akan pernah bisa jadi reporter karena kekurangannya itu?

pino-eps-3-13

Sementara itu, Dal Po yang sehari-harinya bertugas sebagai supir taksi, bertemu langsung dengan Song Cha Ok. Walaupun masih dendam, ia tetap menahan diri dan berbicara bak anak jenius yang sedang menghampiri wanita sombong.

pino-eps-3-14

Jae Myung yang sedang berada di sebuah bar, mendengar sebuah percakapan di antara tiga orang bapak-bapak yang mencurigakan. Mereka seperti sedang menyinggung tragedi kebakaran Ayahnya.

pino-eps-3-15

Dan mereka bertiga itu adalah dalang dari kematian Ayah Jae Myung dan rekan-rekannya. Padahal jelas-jelas kedua staff itu selamat dan tidak ada di tempat kejadian, tapi ia tidak berbuat apa-apa kepada para pemadam kebakaran yang masuk ke gedung tersebut.

pino-eps-3-16

In Ha yang malang akhirnya berpikir untuk berhenti membuang mimpinya menjadi reporter. Ia hampir saja membakar semua buku-bukunya mengenai reporter.

pino-eps-3-17

Saat itu juga Dal Po datang dan In Ha tidak bisa bersembunyi dari Dal Po.

pino-eps-3-18

Hal yang sangat tidak mungkin keluar dari mulut Dal Po akhirnya keluar. Dal Po mengajak In Ha berjuang bersama-sama untuk menjadi reporter. Lha? Bukannya selama ini dia benci media? Kenapa malah tiba-tiba mau jadi reporter?

pino-eps-3-19

Di satu sisi, pria tampan yang memegang no hp Ibunya In Ha itu mulai berpikir untuk menemui In Ha secara langsung. Ia sepertinya mulai menyukai gadis pinokio itu.

 

Bersambung.

Sampai jumpa di episode 4!

 

Klik Untuk Menonton

 

 

Salam,

cropped-logo-300x300


K-Drama Review: “Pinocchio” Eps. 2!

 

Halo!

Terimakasih sudah membaca review Eps. 1, kita akan lanjutkan di Eps. 2!

 

Sinopsis

Pinokio adalah drama yang mengisahkan tentang seorang reporter lokal yang dulunya bekerja sebagai supir taksi untuk membuktikan kebenaran. Ia pun berpendapat bahwa menjadi seorang reporter tidak boleh sembarang memberikan asumsi tanpa mengkroscek kebenarannya secara langsung. Lee Jong Suk (Choi Dal Po) bertemu dengan Park Shin Hye (Choi In Ha) yang merupakan keponakan angkatnya sendiri yang menderita sindrom pinokio–sindrom tidak bisa berbohong dan jika berbohong maka akan cegukan. Belasan tahun lamanya tinggal bersama membuatnya jatuh cinta dan memutuskan untuk meninggalkan nama angkatnya “Choi Dal Po” dengan kembali memakai nama aslinya “Ki Ha Myung”.

pinocchio

 

Episode 2 (from Viu)

Ahn Chan Soo tahu bahwa In Ha perlu sepeda, maka dia berikan sepeda tuanya pada In Ha. Dia berencana untuk ungkapkan cintanya pada In Ha saat memenangkan kompetisi. Di sekolah, Dal Po dikenal sebagai siswa bodoh tapi dia mengalahkan Chan Soo, murid terpintar di sekolah dan memenangkan kompetisi secara tidak terduga. Semua di sekolah menduga bahwa Dal Po curang dalam kompetisi. Hanya saja, In Ha yakin Dal Po tidak melakukannya. Saat teman sekelas mereka menjelek-jelekkan Dal Po, dia membela dan membuktikan bahwa Dal Po tidak bersalah. Dal Po menyadari bahwa dia mulai menyukai In Ha.

 

Di episode 1 kita melihat bagaimana Dal Po bersaing dengan teman sekelasnya sendiri, Chan Soo di sebuah acara kuis. Pertanyaan demi pertanyaan seakan membuat ia mengingat kisah hidupnya dulu. Maka tidak heran jika alurnya pun maju-mundur. Sekarang, kita maju dulu di adegan In Ha dan Dal Po berbincang-bincang saat akan pulang ke rumah.

pino-eps-2-a

In Ha masih penasaran kenapa pamannya begitu membencinya.

pino-eps-2-b

Dal Po tetap tidak bisa berkata yang sejujurnya sekarang. Ia masih belum berani mengatakan bahwa ia amat membencinya Ibunya In Ha, Song Cha Ok. Dal Po membiarkan In Ha terus dalam kebingungan.

pino-eps-2-c

Sementara itu, kakaknya Dal Po (Ha Myung) menemukan selembaran kertas pengumuman yang isinya tentang Ayahnya. Wah, Jae Myung kayaknya bakalan balas dendam nih!

pino-eps-2-c

Nah, sekarang kita mundur lagi ke adegan Chan Soo memenangkan kuis di ronde 1. Jadi, setelah ini dia akan bertemu penantang untuk merebutkan hadiah di ronde 2.

pino-eps-2-d

Memang agak sedikit dibuat bingung sih, tapi kita mundur lagi. Chan Soo, si pintar yang sombong itu, menyatakan bahwa Dal Po berbuat curang karena nilai dia yang paling tinggi untuk mengikuti kuis tersebut. Tapi pada akhirnya, guru-guru tidak memperbolehkan Dal Po ikut kuis. Oleh karena itu, Chan Soo yang mewakilinya. Kasihan ya Dal Po, di saat ia ingin menunjukkan kemampuannya, malah difitnah habis-habisan sama semua orang.

pino-eps-2-f

In Ha pun yang penasaran sama Dal Po akhirnya mencaritahu pelan-pelan. Ia menemukan banyak buku-buku yang biasanya tidak mungkin Dal Po baca.

pino-eps-2-g

Dan akhirnya Dal Po berangkat ke Seoul untuk mengikuti test yang akan membawanya menjadi penantang Chan Soo. Tidak ada yang tahu lho kalau Dal Po usaha seperti ini sendiri, termasuk In Ha. Makanya di episode 1 semua orang kaget karena si penantang itu ternyata si Nol Besar.

pino-eps-2-i

In Ha pergi ke perpustakaan tempat Dal Po meminjam buku. Ia kaget bukan main karena sudah beberapa tahun ini Dal Po rajin meminjam buku. Dan buku-buku itu bukan buku sembarangan. Ilmu pengetahuan! Pantas saja Dal Po pintar banget ya?

pino-eps-2-j

In Ha baru menyadari bahwa buku-buku yang dipinjam Dal Po sangat banyak.

pino-eps-2-k

Dan In Ha pun ingin membuktikan bahwa Dal Po tidak seperti apa yang mereka fitnahkan. In Ha mengumpulkan bukti-bukti bahwa Dal Po memang beneran pintar. Ia hampir tidak percaya dibuatnya!

pino-eps-2-l

Kita kembali lagi ke kuis ronde 2 seperti yang diputar di episode 1. Ini adalah pertanyaan terakhir yang akan menentukan pemenang. Dan saat itu Chan Soo dengan yakin langsung menekan tombol lalu menjawabnya.

pino-eps-2-m

Yap, menjawabnya dengan sedikit gemetar. Ia hanya perlu menjawab satu jawaban lagi, tapi sayangnya Chan Soo tidak tahu jawaban itu.

pino-eps-2-o

Tapi akhirnya Dal Po menjawab pertanyaan yang jawabannya dilupakan oleh si Chan Soo. Bener-bener kayak ngeledek! Pas ditanya, jawaban yang lain apa? Dal Po malah bilang gak tahu. Padahal jelas-jelas Chan Soo sudah sebutin yang tadi.

pino-eps-2-p

Pertanyaan jatuh lagi ke Chan Soo. Ia menjawab dengan nada sedikit malu karena sebenarnya itu adalah jawaban dari si otak encer Dal Po. Dan Chan Soo memenangkan kuis itu.

pino-eps-2-q

Tanpa perlu memberikan bukti nyata bahwa Dal Po memang benar-benar pintar, acara TV tersebut berhasil membuat orang lain percaya lagi sama Dal Po. Dan In Ha pun terkesima. Ia sudah memutuskan karirnya untuk menjadi seorang reporter. Alasannya adalah karena ia tidak bisa bohong maka ia akan menjadi reporter jujur.

pino-eps-2-r

Di satu sisi, kakeknya In Ha tidak sengaja melihat kertas besar yang In Ha buat. Itu adalah pembuktian bahwa Dal Po benar-benar pintar.

pino-eps-2-s

Dal Po keluar dari YGN setelah acara kuis selesai. Tapi, salah satu staff bertanya seperti ini ke Dal Po.

“Kenapa kamu mundur dari pertanyaan terakhir?”

Dan Dal Po pun menjawab,

“Jika aku jawab benar, maka aku harus kembali ke selokan ini lagi minggu depan.”

Ia menambahkan,

“Satu kata di TV bisa membunuh orang. Tempat ini penuh dengan orang yang bicara sampah berdasarkan tebakan dan asumsi. Mereka pakai mikrofon dan kamera seperti tanda sebuah kebanggaan. Fakta bahwa aku menghirup udara yang sama dengan binatang-binatang hina itu membuatku mual! Karena itu aku tidak mau kembali.”

pino-eps-2-t

Sebuah kata yang tidak main-main! Dal Po pun berani mengungkapkan hal tersebut di depan staff YGN. Dan ia pun merasa perkataan Dal Po itu tidak ada yang meleset.

pino-eps-2-u

In Ha sudah menunggu Dal Po di terminal bus. Mereka pun berbincang-bincang sedikit. Walaupun Dal Po belum menyatakan perasaannya, sepertinya mereka sudah mulai merasa nyaman sebagai pria dan wanita. Bukan sebagai paman dan keponakan.

pino-eps-2-v

Sementara itu, Jae Myung masih terus mengintili si Pinokio yang menyebarkan fitnah. Ia seperti dendam kesumat dan segera ingin membalas perbuatan orang-orang yang menghancurkan keluarganya!

 

 

Bersambung.

Sampai jumpa di episode 3!

 

Klik Untuk Menonton

 

 

Salam,

cropped-logo-300x300