Monthly Archives: October 2016

Being Alone It Doesn’t Mean You’re Alone.

 

 

13315357_1620647158180776_4844791552846136822_n

Di saat-saat tertentu, tubuh dan emosi kita butuh ruang untuk ‘sendiri’ tanpa adanya angin yang membawa pergi dan hujan yang menggerumuh. Bukan bermaksud menghindar atau pergi dari keramaian, tetapi ada kalanya kita membutuhkan ‘kekosongan’ itu. Bicara bak orang psikologi yang sudah berpengalaman, saya tidak berani berkata banyak bahwa kesendirian itu dianjurkan. Tetapi, kita pasti pernah merasakan bahwa terus bercengkrama saja di saat hati mulai berteriak akan jauh lebih tidak baik. Dan yang kita ketahui kita tidak melulu akan bersama orang lain. Terkadang, kita merasa lebih ‘nyaman’ berada di tempat¬†yang tidak ada satu pun manusia di sana.

Hanya ada aku dan Kamu. Tuhanku.

13321992_1620647191514106_3677193142206415428_n

 

Terkadang, kita tidak bisa lagi melihat kedamaian di tengah keriuhan. Oleh karena itu, kita butuh istirahat sejenak. Membebaskan pikiran dari rasa cemas, kecemburuan, api kemarahan, dan tombak kesabaran yang sudah tidak bisa lagi dibendung. Di saat kita ‘sendiri’, sebenarnya kita tidak benar-benar sendirian.

13327532_1620647218180770_6252412360752762847_n

 

Memaksakan hati hanya akan memperburuk keadaanmu. Bahkan alam mengerti perasaanmu. Bibir pun akan terus kaku tanpa berucap sepatah kata pun. Tentu Dia sedang mengujimu di kala kau ‘bosan’ dengan keramaian. Pergilah menuju tempat yang bisa membuatmu merasakan Dia lebih dekat. Kita ini hanya akan terus bergantung kepada-Nya. Dan Dialah yang paling mengerti, lebih dari orangtua, teman, sahabat, atau pun pasanganmu. Karena itulah aku memutuskan untuk diam dan berbicara kepada Tuhanku.

13315746_1620647201514105_3160045379472789281_n

 

 

Salam,


Cerita Kucing: Si Bulan, Kucing Kosan Yang Manja Sama Semua Orang.

 

 

Selamat malam fellas.

Kenalkan, namanya Bulan. Kucing kosan yang dirawat, dikasih makan dan dimanjain sama semua penghuni kosan pecinta kucing di daerah Lembang, Bandung.

img_3956

Si Bulan ngegemesin banget. Padahal baru pertama kali kenalan, tapi udah tahu aja gitu kalau saya pecinta kucing dan manjain dia banget. Kayaknya Bulan gampang jinak sama orang baru. Setahuku sih kayaknya Bapaknya Bulan macam Persia gitu dan Mamanya kucing kampung. Jadi bulunya tebal, halus tapi ga rontok. Bulan senang banget mampir ke kamar-kamar anak kos sambil ngelus-ngelus ke pergelangan kaki mereka (si anak kos). Minta dimanja banget, ya Lan?

Coba lihat Bulan di sini:

Klik!

Walaupun senang manja-manjaan dan ga takut orang baru, Bulan agak susah untuk memperlihatkan wajahnya ke kamera. Jadi setiap kali difoto atau divideoin pasti susah menghadap kamera. Entah karena malu mungkin? Atau memang ga sadar kamera? Kalau dipanggil “Bulan, sini!” langsung nurut tapi setiap kali diarahin ke kamera, selalu nunduk. Dasar si Bulan mah malu-malu kucing.

img_3951

Ini foto keesokan harinya. Kalungnya Bulan udah berubah lagi! Siapa yang ganti ya?

Foto sebelum saya pulang ke Jakarta.

img_3961

Akhirnya Bulan bisa difoto juga. Close up euy. Nah, kalau begini kan jadi kelihatan mukanya kayak gimana. Bulan ini betina. Mungkin sekitar 5 bulanan. Dan kayaknya Bulan punya saudara kandung, soalnya mirip banget sama Bulan. Tapi yang paling kelihatan manja dan nyampur sama manusia ya si Bulan aja. Ibu sama Bapaknya ga begitu kelihatan, ga sering memunculkan diri. Saya sedih banget pisah sama Bulan. Walaupun baru beberapa hari kenalan, tapi Bulan tipikal kucing yang sangat manja banget. Memang wajar sih manja dan suka mencuri perhatian, soalnya Bulan hidup di antara manusia-manusia yang menyayanginya. Kalau Bulan ga disayang sama orang-orang, ga mungkin dikasih nama dan dikasih kalung dari kertas yang ada tulisan “Bulan”-nya. Iya kan?

img_3952

img_3953

img_3954

img_3955

Satu lagi, saya pun paling gemas sekali kalau udah kenalan sama kucing dan begitu diajak main dia nurut, terus tiba-tiba kita harus pisah. Kata pemilik kosan sih, “Bawa aja atuh teh. Bawa teh ke Jakarta.”

Ya, kalau saya pulang ga pake travel atau punya kendaraan sendiri sih, udah saya bawa pulang tuh ke Jakarta.

Bulan, sampai ketemu lagi ya. Mungkin kalau kita bisa ketemu lagi, pasti kalung kamu sudah berubah lagi deh.

img_3963

Salam,

cropped-logo.jpg