Daily Archives: October 15, 2016

Kartunama.net: Cetak Kartu Nama Cepat.

 

Hi fellas!

 

kartu nama lidya

 

Hari ini saya baru terima paket dari Kartunama.net nih. Jadi sebenarnya saya mau coba sekedar iseng-iseng saja cetak kartu nama dan hasilnya sangat memuaskan.

Kenapa?

Saya sebenarnya tidak membuat desain dari kartu nama tersebut melainkan pesan dengan orang lain. Dan kebetulan saya kehilangan file asli yang sudah direvisi. Karena ini hasil dari “iseng-iseng” saya, jadi saya ndakĀ masalah kalau ada sedikit kekurangan atau kesalahan pada desain yang saya punya saat ini. Jadilah saya terima hasil cetakan dari Kartunama.net dengan jenis kertas Linen dan sudut kertas yang Standar. Dan hasilnya persis seperti yang saya harapkan.

Dan cara pemesanannya juga mudah, kamu bisa pesan secara online dan akan dapat email balasan dari mereka. Kalau ada yang mau diperbaikiĀ lagi, bisa banget. Misalnya, kesalahan huruf pada desain, gambar yang sedikit miring, atau yang semacamnya. Sayangnya, saya memang tidak request perbaikan ini waktu ditanya sama mereka. Ya sudahlah wong cuma iseng saja sih. Untuk yang berikutnya, mungkin saya akan coba ganti desain dan perbaiki total.

Ohya, saya memang punya desain sendiri untuk kartu nama yang saya pesan. Tapi, kalau kamu tidak punya desain sendiri, bisa kok untuk memilih di template yang sudah disediakan. Jadi tinggal isi tulisan yang mau dimasukkan ke kartu nama saja. Boleh untuk perusahaan maupun pribadi.

Soal harga, saya bisa bilang ini cukup ekonomis. Karena kamu akan terima kartu nama ini by JNE. Jadi, tidak perlu capek-capek keluar rumah untuk ambil pesanan seperti pesan kartu nama pada umumnya. Dan lagi, kalau belum pernah order sama sekali, bisa langsung subscribe di website mereka dan dapat diskon. Lumayan banget kalau saya bilang. Dan bisa sehari jadi pula. Bisa diambil langsung ke toko dengan catatan pemesanan pada pagi hari, pembayaran siang hari, dan malamnya bisa langsung diambil. Praktis, kan?

Kalau kamu super sibuk, ya cukup pakai ongkos kirim saja. Sehari jadi, tinggal nunggu kiriman dari JNE yang bisa dipilih mau JNE YES atau yang biasa.

kartu-nama-dot-net

Click For Order!

Terimakasih Kartunama.net, lain kali saya akan pesan lagi dengan desain yang mungkin berbeda.

Salam,

cropped-logo.jpg


Pinky Promise: Belajar Jadi Pejuang Kanker Part 2.

 

Hi semua.

Saya lanjutkan ya dari artikel yang sebelumnya.

 

kanker2

Cerita Pejuang Kanker

Seperti ada petir yang menyambar tubuhku ketika aku, Ika Sakti, menerima diagnosa itu dari dokter. Penyakit mematikan yang sama sekali tak pernah terbayangkan ada di dalam tubuhku. Akhir Februari 2015 saat aku berusia 47 tahun, penyakit yang mengerikan itu menggerogoti tubuhku. Aku tidak tahu mengapa penyakit ini ada di tubuhku, mengapa ini semua menimpaku? Hatiku semakin terguncang ketika aku tau, penyakit kanker yang menimpaku sudah memasuki stadium tiga. Ini semua seperti mimpi buruk untukku.

Sesaat aku merasa Tuhan tak sayang padaku dengan memberikan penyakit mematikan ini. Tetapi aku salah, penyakit ini membuat aku berinstropeksi diri bahwa selama ini aku memang menjalani pola hidup yang kurang sehat. Pekerjaanku sebagai notaris yang menyita waktu membuat aku menjadi tidak memperhatikan kesehatanku. Penyakit ini juga membuatku lebih dekat dengan Tuhan. Aku menemukan kedamaian dan ketenangan jiwa justru setelah aku terdiagnosa penyakit mematikan ini.

Ini awalnya sungguh berat untukku. Berat bagiku untuk menerima penyakit ini. Namun, aku sungguh sangat beruntung memiliki keluarga yang amat mencintaiku. Aku memiliki dua orang anak laki-laki yang sungguh luar biasa. Bahkan, si sulung memberikan kado yang indah untukku. Anakku diterima di jurusan Teknik Metalurgi di salah satu Universitas Negeri terbaik di Indonesia. Itu sebuah kado yang sangat indah yang membuatku terus bersemangat untuk melawan penyakit ini. Aku memang wanita beruntung, Tuhan sangat baik terhadapku. Tuhan memberikan aku anak-anak yang sungguh membanggakan dan juga memberiku seorang suami yang sangat setia terhadapku.

Suamiku setia mendampingi saat aku melakukan pengobatan kemoterapi dan setia mengurusku saat kondisiku drop. Bahkan, disaat aku melakukan kemoterapi yang ke-18 dan radiasi yang ke-30, tanganku tidak dapat digerakkan sama sekali, kakiku menjadi berat sehingga selama dua minggu aku harus terus berada di tempat tidur, suamiku dengan ikhlas mengurusku dan menjadikanku bak seorang putri. Disitulah aku mengerti bahwa Tuhan memang memberikan aku cobaan yang sangat berat untukku, namun dibalik itu semua aku jadi tahu, Tuhan telah memberikanku keluarga yang amat mencintaiku. Merekalah sumber kekuatanku hingga saat ini. Aku sangat bersyukur memiliki mereka, Terima kasih Tuhan.

Selain keluargaku, teman-teman dari komunitas Yayasan Kanker Payudara Indonesia juga membuat aku menjadi sosok yang lebih kuat untuk dapat melawan penyakitku. Saat aku terdiagnosa mengidap kanker payudara, ibuku mengajakku bertemu dengan Ibu Linda Gumelar dan bergabung dengan YKPI. Setelah beberapa lama bergabung dengan komunitas ini, aku merasa menjadi lebih baik. Aku mendapat cinta dan perhatian dari teman-teman sesama penderita kanker payudara. Kami saling menyemangati satu sama lain, dan itu menjadi obat bagi kami. Dulu, sebelum aku bergabung dengan komunitas ini, aku seperti tak sanggup menghadapi penyakit ini. Namun, semenjak bertemu dengan ibu Linda Gumelar, pelan-pelan aku dapat kembali bersemangat untuk melawan penyakitku seperti beliau dulu melawan penyakit itu.

Bagi para wanita di luar sana yang sedang mengidap penyakit yang sama sepertiku, percayalah, Tuhan menitipkan penyakit ini di dalam tubuh kita untuk membuat kita jauh lebih kuat dalam menjalani hidup. Terdiagnosa kanker bukan berarti akhir dari segalanya. Bersemangatlah untuk orang-orang yang mencintaimu dan berjuanglah untuk sembuh.

Penulis: Intan Ayudia Pratiwi/Team PR & Media YKPI

Sumber: Yayasan Kanker Payudara Indonesia

kanker3

Lawan “Dia” Dengan “Kekuatan”

Menurut saya, tidak ada yang perlu ditakutkan dari menyikapi penyakit mematikan ini. Justru kalau takut, bingung, pasrah dan cuma bisa nangis aja, penyakitnya akan semakin parah. Allah titipkan penyakit itu bukan untuk membuat kita lemah. Seperti pada kisah pejuang di atas, ternyata hidupnya jauh lebih baik setelah menginap penyakit kanker. Rupanya, kita sedang “ditegur” oleh Allah yang lupa untuk menjaga kesehatan. Padahal tubuh ini titipan saja. Suatu saat pasti akan pergi. Wong kalau cuma nitip, harusnya kita jaga bener-bener supaya nanti pas diambil sama yang punya, titipan ini masih terlihat bagus.

Kalau saya melihat sebagai penonton awam, pembaca awam dan pendengar awam, justru ini membuat saya semakin waspada untuk menjaga kesehatan dan gaya hidup agar terhindar dari penyakit ini. Walaupun tahun lalu saya sudah pernah melakukan medical check up dan hasilnya alhamdulillah tidak ada penyakit berat dalam tubuh saya, tetap saja saya harus antisipasi. Sakit itu bisa datang kapan saja entah dalam keadaan kitanya siap atau tidak. Hal pertama yang saya lakukan setelah menonton Pinky Promise adalah mencaritahu lebih dalam tentang penyakit kanker payudara itu sendiri. Walaupun penyakit kanker itu banyak ragamnya, setidaknya, saya paham satu jenis dulu. Baru setelah itu belajar lagi dan pahami yang lainnya. Karena biasanya waktu penyakit datang, kita baru sadar, oh dulu pernah begini dulu pernah begitu, jadilah sakit. Harus banyak-banyak intropeksi diri. Sebenarnya dari semua artikel dan cerita para pejuang yang diunggah di internet, poin pentingnya cuma satu: gaya hidup.

Gaya hidup zaman Mama saya dulu sama yang sekarang memang beda drastis. Wajar dan sangat wajar jika penyakit aneh sekalipun bisa datang lantaran gaya hidup yang semakin ekstrim saja. Dan mudah-mudahan saya bisa ketemu sama banyak komunitas lainnya dan mengikuti seminar edukasi mereka supaya data yang saya tulis di sini lebih akurat–bukan hanya sekadar menuliskan opini setelah nonton Pinky Promise atau setelah baca banyak artikel tentang kesehatan.

Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga para pejuang kanker hingga mereka bisa sembuh total dan kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta. Kekuatan itu ternyata ada pada orang-orang yang mau berpikiran positif pada takdir yang ia terima.

Salam,

cropped-logo.jpg