Daily Archives: October 13, 2016

Pinky Promise: Belajar Jadi Pejuang Kanker Part 1.

 

Hi fellas!

How’s ya doin?

 

Kali ini saya tidak akan terlalu me-review  film yang baru saya tonton: Pinky Promise–tetapi saya akan lebih mengambil makna dari cerita Pinky Promise.

pinky-promise

Awalnya, saya pikir film ini biasa saja. Toh, ceritanya saja saya kurang paham. Tetapi, sekedar ingin tahu saya coba tonton film ini bersama Mama saya. Dan ternyata Pinky Promise mampu membuat saya mencaritahu bagaimana sebuah penyakit mematikan mampu merenggut nyawa orang yang kita cintai.

Kanker payudara.

Kalau kalian dengar kata tersebut, apa yang ada di pikiran kalian?

Mengerikan?

Menakutkan?

Ya, saya pun gemetar karena penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang hampir keseluruhan penderitanya dialami oleh perempuan.

kanker

Sekilas Tentang Kanker Payudara

Sel-sel di tubuh kita normalnya tumbuh dan jumlahnya bertambah dengan teratur. Tetapi, jika proses tumbuh dan bertambahnya sel-sel ini tidak berjalan dengan semestinya, sel-sel di tubuh kita bisa berubah sifatnya dan tumbuh tidak terkontrol sehingga menjadi abnormal. Kemudian, hal inilah yang menyebabkan tumbuhnya tumor atau benjolan yang bisa disebut juga dengan kanker. 

Kanker payudara terjadi apabila pertumbuhan sel yang abnormal tersebut terjadi pada jaringan payudara. Biasanya ditemukan dengan cara mendeteksi adanya satu atau lebih dari beberapa gejala yang dirasakan oleh seseorang. Yang paling sering dialami adalah ditemukannya benjolan atau penebalan di jaringan payudara. Meskipun pada kenyataannya kebanyakan benjolan di payudara bukan berarti kanker, cobalah untuk periksakan ke dokter untuk kepastiannya.

Dari data yang ada, diperkirakan di Indonesia, sebagian besar 70% penderita kanker ditemukan dengan stadium yang sudah lanjut. Kenyataan ini juga terjadi pada sebagian besar penderita kanker payudara ketika memeriksakan dirinya ke dokter.

Penderita kanker payudara dimayoritasi oleh perempuan, dan pertanyaannya: apakah laki-laki juga bisa mengalami kanker payudara?

Jawabannya adalah ya, bisa.

Tapi, kanker payudara pada laki-laki sangat jarang ditemukan. Jika dikalkulasikan berbanding 100 kali lebih jarang daripada perempuan.

Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara dapat diobati dengan beberapa cara di bawah ini:

Pengambilan benjolan melalui pembedahan (mastectomy atau lumpectomy).

Kemoterapi.

Radiasi (radiotheraphy).

Deteksi Dini Kanker Payudara

Jika kanker payudara terdeteksi pada stadium dini, kemungkinan untuk sembuh sangat tinggi.

Deteksi dini bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan memeriksakan sendiri payudara kita secara teratur. Pemeriksaan ini paling baik dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama menstruasi. Caranya dapat dilakukan saat mandi ketika di depan cermin, dengan memeriksa daerah dekat puting hingga bawah ketiak selama 10 menit. Perhatikan setiap bagian payudara bila ada perubahan atau kelihatan lain dari biasanya.

Jenis Kanker Payudara

Kanker payudara yang ditemukan pada jaringan payudara cenderung dianggap kurang ganas jika dibandingkan dengan kanker payudara yang diprediksi mempunyai potensi untuk menyebar ke bagian lain dalam tubuh. Tipe yang paling sering ditemukan adalah adenocarcinoma. Tipe lain dari kanker payudara adalah ductal carcinoma in situ (DCIS) dan lobular carcinoma in situ (LCIS).

Gejala Kanker Payudara

Tanda pertama yang umum dialami pada banyak perempuan yang terkena kanker payudara adalah ditemukannya benjolan atau bagian yang menebal di payudara mereka. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang perlu diperhatikan:

Cairan yang keluar dari puting yang bisa bercampur dengan darah.

Perubahan besar ukuran dan bentuk dari satu atau kedua payudara.

Terdapat benjolan atau pembengkakan di bawah ketiak.

Ada bagian kulit payudara yang tertarik ke dalam atau ada bagian yang berkerut seperti kulit jeruk.

Terdapat bercak, mengelupas, menyerpih, atau bersisik pada sekitar puting susu.

Rasa sakit pada payudara atau daerah di bawah ketiak yang tidak ada hubungannya dengan masa menstruasi.

Penyebab Kanker Payudara

wanita

Bertambahnya usia.

Kira-kira 75% dari semua kasus kanker payudara terjadi pada perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun.

keluarga

Sejarah keluarga dengan kanker payudara.

Adanya penderita kanker payudara yang dialami anggota keluarga dekat dapat menjadi indikasi kuat seseorang bisa terkena penyakit ini.

kegemukan

Kegemukan.

Perempuan dengan berat badan berlebihan mempunyai resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan ideal.

alkohol

Alkohol.

Meminum alkohol lebih dari dua gelas per hari dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

pil

Pil kontrasepsi.

Resiko kemungkinan terkena kanker payudara bertambah sedikit pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi. Hal ini dapat terjadi di tahun-tahun penggunaan pil dan bahkan 10 tahun setelah berhenti meminum pil tersebut.

hamil

Hamil dan melahirkan anak pada usia lanjut atau tidak pernah hamil sama sekali.

Perempuan yang mempunyai anak pertama berusia muda biasanya mempunyai resiko rendah terkena kanker payudara. Sebaliknya, perempuan yang tidak pernah hamil dan punya anak hingga usia lanjut biasanya memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Pencegahan Kanker Payudara

Skrining payudara.

Banyak negara mempunyai program nasional untuk mewajibkan perempuan melakukan skrining payudara dengan mamogram. Biasanya dilakukan setiap 2 tahun sekali terhadap mereka yang tidak memiliki gejala apapun. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Pola makan dan gaya hidup sehat.

Diet yang sehat dapat mencegah bermacam-macam penyakit termasuk kanker. Kesimpulan ilmiah sementara mengatakan juga bahwa olahraga teratur bisa mengurangi 30% resiko terkena kanker payudara. Pada mereka yang sudah menopause, sebaiknya hindarilah kegemukan karena jaringan tubuh yang memproduksi estrogen paling tinggi pada wanita yang sudah usia lanjut. Kadar estrogen yang tinggi dapat menaikkan resiko terkena kanker payudara.

Menyusui

Angka statistik menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui mempunyai resiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Alasan pastinya belum ditemukan tetapi diperkirakan bahwa hal ini terjadi karena perempuan yang sedang menyusui tidak mengalami ovulasi secara teratur dan kadar estrogen dalam tubuh perempuan yang sedang menyusui tetap stabil.

Data yang dipaparkan di atas diambil dan diringkas dari sumber Love Pink Indonesia yaitu Yayasan Daya Dara Indonesia yang memiliki kegiatan utama untuk mengkampanyekan deteksi dini kanker payudara dan pendampingan para pasien kanker payudara.

Love Pink Indonesia

Tentang Pinky Promise

Kisah yang merangkul tentang persahabatan 4 perempuan yang memiliki latar belakang berbeda-beda dengan pola pikir yang berbeda-beda pula menjadikan “Pinky Promise” penuh dengan warna. Perjuangan mereka melawan sakit dan tetap tersenyum walaupun dalam kondisi yang sulit membuat kehidupan persahabatan mereka terlihat lebih “hidup”. Dan oleh karenanya, sebagai penonton, saya sangat menghargai penulis dan sutradara yang mengangkat cerita para penderita kanker payudara ini.

Dan kalian juga sangat perlu untuk mendapatkan edukasi tentang penyakit yang paling ditakuti oleh perempuan pada umumnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak hanya perempuan saja tetapi laki-laki juga bisa terkena kanker payudara. Walaupun kedengarannya aneh. Pada film Pinky Promise pun ditunjukkan adanya penderita laki-laki.

Usai menonton film tersebut, keingintahuan saya akan penyakit ini semakin besar. Dan dikarenakan jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, cerita hari ini cukup sampai di sini ya. Besok akan dilanjutkan pada Part 2 yang masih menyinggung tentang cerita para pejuang kanker payudara. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk tetap menjalani kehidupan yang sehat dan tercegah dari berbagai penyakit mematikan.

Sampai ketemu besok!

Salam,

cropped-logo.jpg


Cerita Kucing: Nemu Turkish Van!

Haloha!

Baru kemarin saya menulis tentang kucing. Sore ini saya dikejutkan oleh seekor anak kucing cantik yang mengikuti saya terus sampai ke rumah. Akhirnya, saya bawa pulang, beri dia makan, mandikan dan mengajaknya bermain. Sepertinya sih kucing ini bukan kucing liar. Karena dia begitu jinak dan tidak takut sama manusia. Selain itu, panjang bulu dan coraknya mirip seperti ras Turkish Van.

img_3743

img_3744

img_3757

img_3761

Aduh! Saya tidak bisa tahan kelucuannya lagi. Sekarang dia sedang main di area ruang belajar saya. Dia betina. Padahal saya tidak mau pelihara kucing betina. Tapi, yang ini lucu banget dan buat saya ingin ajak dia main terus. Entahlah, dia ada pemiliknya atau tidak. Tapi melihat tubuhnya yang kotor dan seperti tidak ada orang yang mengurusnya, mungkin saja dia dibuang atau?

Walaupun begitu, saya belum pasti juga untuk memeliharanya. Mungkin kalau saya lepas ke luar rumah dia akan kembali ke rumah saya lagi tidak ya?

Saya coba kasih dia nama: Monti (baca: Monci–biar agak lucu). Dan dia sedari tadi nemenin saya nulis depan laptop sambil berkeliling menjelajah di ruang tamu. Aduh, rasanya saya mau pelihara dia. Manjanya tingkat overload.

Menurut kalian, saya pelihara atau tidak ya?

Salam,

cropped-logo.jpg