Daily Archives: October 10, 2016

Komunitas #2: Jakarta Osoji Club.

 

osoji

 

Kamu masih suka buang sampah sembarangan?

Kalau iya, malu tidak dengan kumpulan orang asing yang tergabung di komunitas Jakarta Osoji Club?

Saya pribadi, baru pertama kali dengar komunitas ini. Tapi langsung menarik perhatian saya. Bagaimanapun juga, orang asing yang tinggal di Jakarta dan merasakan ketidaknyamanan karena sampah yang berserakan benar-benar membuat imej yang buruk. Wah, bukan malu lagi, tapi sakit hati rasanya.

Sejarah Jakarta Osoji Club

Komunitas ini didirikan pertama kali oleh Mr. Ashida yaitu orang Jepang yang sudah 18 tahun lamanya tinggal di Jakarta. Beliau juga menyerukan kepada orang-orang Jepang lainnya untuk bergabung di komunitas Jakarta Osoji Club. Aktivitas pertama kali dilakukan pada tanggal 29 April 2012 di Gelora Bung Karno Senayan. Setelah itu mereka melanjutkan aktivitasnya setiap hari Minggu demi menciptakan “Jakarta Bersih”. Tidak hanya orang Jepang saja, tetapi orang Indonesia juga ada yang bergabung di komunitas ini. Dan bagi siapapun yang ingin bergabung akan sangat disambut oleh Jakarta Osoji Club. Mereka pun akan terus melanjutkan kegiatan membersihkan Jakarta dan menuliskannya di blog.

Ajakan Pakai Reusable Bag Waktu Belanja

osoji2

Bagi kamu yang sedang belanja bulanan di supermarket, biasanya pakai kantong plastik atau reusable bag?

Kalau saya sih terkadang waktu lupa terpaksa pakai kantong plastik yang sudah berbayar itu. Tapi memang ada baiknya kita mulai membiasakan diri berbelanja di supermarket menggunakan reusable bag.

Kenapa?

Ada 3 alasan yang sangat baik untuk dijadikan kebiasaan demi membantu mengurangi sampah plastik.

Pertama,

Lebih ramah lingkungan karena tidak menambah jumlah sampah plastik yang ada. 

Masalah sampah di Indonesia, terutama Jakarta memang sudah semakin memprihatinkan. Termasuk salah satunya adalah sampah plastik. Jadi kalau kamu banyak pakai plastik dan dibuang begitu saja, bisa bayangkan tidak betapa ngerinya sampah-sampah itu jika terus dibiarkan begitu saja dicampur dengan sampah lainnya? Seharusnya sudah ada cara tersendiri untuk mengatasi sampah plastik ini, misalnya dengan mendaur ulang. Kalau di Jepang, jangan ditanya lagi ya, karena mereka memang “gila” dengan kebersihan.

Kedua,

Hemat sumber daya alam karena diproduksi menggunakan bahan yang dapat dipakai berkali-kali.

Di beberapa supermarket sudah menyediakan tas belanja yang unik dan bisa digunakan terus-menerus. Mulai dari ukuran sedang hingga besar. Bisa dilipat sampai sekecil mungkin. Selain itu, kamu juga bisa mencucinya kembali apabila kotor. Jadi, kamu tidak perlu beli kantong plastik lagi saat di supermarket. Cukup bawa tas belanja saja, belanjaan kamu semuanya bisa masuk dan jika ingin ada pemisah antara barang bertipe makanan dan sabun-sabunan, cukup masukkan pemisah yang bisa kamu gunting dari karton tebal atau kardus bekas. Hemat kan?

Ketiga,

Tampil lebih keren dan bergaya dengan ragam variasi kantong belanja yang menarik.

Dengan diberlangsungkannya kantong plastik berbayar, sudah semakin banyak anjuran bagi konsumen untuk memakai kantong belanja sendiri. Selain banyak warna dan motif, kamu juga bisa tampil gaya lho dengan kantong belanja tersebut. Daripada kita pakai kantong plastik yang ada kemungkinan bocor atau sobek, lebih baik pakai kantong belanja yang sudah terjamin bahannya, bukan?

Sebenarnya, masalah sampah di Jakarta bisa diatasi jika warga Jakarta mau, sadar dan peduli pada kebersihan lingkungan. Mulai dari membiasakan buang sampah di tempat sampah. Kalau sedang di jalan dan tidak ada tempat sampah, coba simpan dulu di tas masing-masing. Begitu ada tong sampah, baru dibuang. Semudah dan sesederhana itu kan? Tapi nyatanya, warga kita masih susah sekali untuk membiasakan membuang sampah dengan benar. Saya pribadi berpikir bagaimana jika nantinya sampah yang saya buang di jalan akan membuat masalah di kemudian hari. Semisal, banjir. Kalau banjir di Jakarta sudah bisa dipastikan airnya kotor dan tidak sehat. Beda dengan lingkungan yang bersih dan membiasakan buang sampah di tempatnya. Begitu banjir, pasti airnya jernih bahkan seperti air kolam renang.

Terimakasih Jakarta Osoji Club

osoji3

Sesuai dengan motonya, “Mari Wujudkan Jakarta Yang Bersih” seharusnya kita tidak hanya bisa “berterimakasih” saja. Tapi ikut langsung bergabung dengan mereka. Kalau alasannya sibuk, semua orang juga pasti sibuk. Tapi setidaknya kita ada rasa kepedulian pada lingkungan kita sendiri. Beberapa kegiatan yang sudah sering dilaksanakan oleh Jakarta Osoji Club ditulis rapi di blog mereka dan kalian juga bisa membacanya langsung di alamat berikut ini:

Blog

Dan video-video yang diunggah oleh Jakarta Osoji Club dapat kamu lihat di alamat website berikut ini:

YouTube

Salam,

cropped-logo.jpg


Komunitas #1: Save Mugo Movement.

savemugo

 

Aksi Penyelamatan & Pemberdayaan Muara Gembong

Komunitas Save Mugo Movement adalah komunitas lingkungan hidup yang menyerukan untuk lebih memperhatikan suatu daerah di Indonesia yaitu Muara Gembong. Beberapa masalah muncul sehingga terbentuklah gerakan ini.

Ohya, kalian tahu tidak Muara Gembong itu daerah yang bagaimana? Kenapa bisa sampai ada gerakan seperti Save Mugo?

Jadi, Muara Gembong merupakan daerah yang memiliki potensi di antaranya adalah ekosistem pesisir yang dapat dijadikan ekosistem mangrove. Wilayah ini masih dapat dikatakan memiliki flora dan fauna yang terdiri dari burung, amphibi, reptile, dan primata. Nah, bahkan salah satu binatang yang keberadaannya dilindungi sudah termasuk dalam kategori terancam punah lho. Di antaranya adalah Lutung Jawa dan burung Collared Kingfisher atau Raja Udang.

lutung-jawa

Lutung Jawa

Kalian tahu tidak dengan semakin berkurangnya luas hutan bakau, maka habitat Lutung Jawa pun otomatis akan berkurang. Akibatnya, mereka yang menghuni di Muara Gembong akan terancam keberadaannya dan punah. Hal ini diperparah dengan masih adanya ancaman perburuan ilegal oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Padahal hewan jenis ini adalah hewan langka yang dilindungi.

Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh Save Mugo Movement?

Salah satunya adalah Program 1 Person 4 Mangrove.

savemugo4

Permasalahan yang sampai saat ini terjadi di Muara Gembong harus segera dilakukan penyuluhan agar segera dapat ditindaklanjuti. Salah satunya adalah melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove untuk perisai Muara Gembong dalam bentuk penanaman bibit mangrove dengan program One Person For Mangrove. Selain itu, faktor pemicu rusaknya lingkungan juga karena dampak abrasi yang saat ini terjadi dan ditambah lagi dengan pemanasan global yang semakin hari semakin memprihatinkan.

 

Let’s Run For Savemugo!

Kemudian, ada lagi kegiatan yang dilakukan Save Mugo Movement.

Hard Walking For Mugo menjadi satu rangkaian gerakan Save Mugo dalam mensosialisasikan Muara Gembong dengan tujuan agar mendapat dukungan terhadap kampanye yang menyerukan penyelamatan daerah pesisi Muara Gembong. Kegiatan aksi sosial ini dilakukan dengan berjalan kaki dari area habitat Lutung Jawa di Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong sampai menuju President University, Cikarang, Kabupaten Bekasi dengan menempuh jarak 65 kilometer.

Wah! Serius nih 65 kilometer? Wah, salut!

 

savemugo3

Hard Walking For Mugo, 6-7 Desember 2014

Kira-kira begitulah gambaran Save Mugo Movement yang menjadi salah satu komunitas terdaftar di Festival Laut 2016. Nah, bagi kalian yang memiliki keinginan untuk bergabung atau mengetahui lebih lanjut tentang komunitas ini bisa langsung saja kunjungi websitenya di:

Website Save Mugo Movement

 

Salam,

cropped-logo.jpg