Psychology Things: We Won’t Give Up.

 

Selamat malam.

Di postingan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana proses pasrahnya seseorang itu beralih kepada kesuksesan. Walaupun cerita dan kisah yang akan saya bagikan ke kalian semua bukanlah pengalaman pribadi saya.

tumblr_mf5efbAzHi1r8x7cko1_500

Jadi begini teman-teman. Ada suatu kisah yang berawal dari seorang pemuda dan calon pasangannya yang akan segera melangsungkan pernikahan. Tapi tahukah kalian bahwa mereka ini ditentang habis-habisan oleh orangtua. Duh, kalau bawa-bawa orangtua sih sebenarnya agak khawatir ya. Tapi, sang pria akhirnya tetap menikahi wanita pilihannya yang sudah dimantapkan hatinya oleh Allah. Hingga pada suatu hari, si istri pun bersilaturahim ke mertuanya dengan berbagai “tamparan” dan celotehan yang sangat tidak enak didengar. Sampai pada suatu ketika, sang istri pun hamil dan tetap mendekati mertua yang membencinya itu. Walau sudah berkali-kali merasa diacuhkan dan diremehkan, sang istri terus bersikap baik dan sopan. Kemudian, orangtua dari si suami tersebut mulai merasa ada yang aneh, janggal dengan istri anaknya itu. Rupanya, ia sedang mengandung. Luluhlah hati mereka, bahkan yang dulunya dianggap bukan menantu yang mereka senangi, sekarang mereka sudah bisa hidup rukun, akur dan tenang. Hingga kini sang istri sudah mempunyai dua anak yang amat menyayangi kakek dan nenek mereka.

Intinya, usaha memperbaiki diri dan terus berikhtiar kepada Allah itu tidak boleh berhenti begitu saja saat kita memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah pasti kasih jalan yang terbaik. Apa pun yang dirasa sedikit ragu, memang ada baiknya ditinggalkan. Tapi bukan berarti semua yang dikatakan orangtua wajib kita ikuti 100%. Jadi ingat waktu di kajiannya Ust. Bachtiar Nasir yang menasihati kami tentang bagaimana sikap kita kepada orangtua. Walaupun kita tetap harus sopan dan menjaga keharmonisan hubungan keluarga dengan orangtua, tetap saja, untuk urusan Allah, tauhid, itu harus dinomorsatukan.

Tentang Usaha, Impian dan Harapan

Berawal dari sebuah mimpi yang mulai membangun harapan dan menarik kita untuk berusaha mencapainya. Masih berlanjut dari kisah di atas, sebenarnya yang bisa kita ambil hikmahnya adalah usaha si istri yang tetap bersikap baik terhadap mertuanya walaupun tidak dianggap sekalipun. Usaha demi kebaikan dengan niat karena Allah, tidak pernah ada yang sia-sia. Satu pun. Saya pun yakin, pada setiap keteguhan yang saya pegang berdasarkan keimanan kepada Allah dan menyadari nikmat Islam yang sudah didapatkan hingga sampai saat ini adalah dengan berusaha sekuat mungkin sampai pelan-pelan Allah menunjukinya. Apa pun impian kita, baik itu yang masih berhubungan dengan duniawi, tentunya tidak ada yang salah selama tidak bertentangan dengan ketauhidan. Well, intinya, kalau kamu yakin, jangan berhenti sampai di situ. Tentunya bantuan Allah pasti akan datang, cepat atau lambat, saat kamu yakin bahwa kamu tidak sendirian.

Kata-Kata Mutiara Tentang Harapan

Jangan pernah putus harapan hanya karena apa yang kita lihat saat ini hanyalah bayang-bayang belaka padahal kita tidak tahu bahwa itu adalah jembatan kita menuju kesuksesan. Dan kita juga tidak pernah tahu kalau Allah memilihkan kita jalan di sini sebenarnya adalah untuk merajut benang kehidupan yang satu dengan yang lainnya. Coba deh munculkan pertanyaan, kenapa Allah mempertemukan aku dengan si A, si B, si C? Kenapa Allah memberikan aku kesempatan untuk melakukan pekerjaan ini? Kenapa Allah dengan mudahnya membalikkan hati seseorang sehingga membuatku tidak mampu lagi melihat mana yang nyata dan mana yang mimpi?

Semua itu bisa menjadi referensimu untuk lebih mengenal takdir-Nya.

Semoga kita tidak menjadi orang yang mudah putus asa baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Salam,

logo


Cerita Kucing: Naga, Si Manja Loveable Banget.

Halo semuanya.

Akhir-akhir ini saya jarang banget update blog. Yap, selain kesibukan yang hectic banget, saya juga baru saja memutuskan untuk merawat kucing baru. Namanya Naga, pemilik sebelumnya adalah kakak kelas saya waktu SMP. Rumah kita sama-sama di Jakarta Barat sih. Jadi, beberapa kali saya sempat main ke sana.

Ini dia penampakannya.

IMG_5631

Sebenarnya Naga masih kitten banget dan sepertinya sudah terbiasa bersama saudara-saudaranya yang super banyak itu. Kira-kira kalau dihitung ada 10 ekor termasuk induknya dan sepupu-sepupunya. Begitu dibawa ke rumah, sehari dua hari sih masih biasa saja, tapi hari ketiga sudah mulai nggak mau makan karena stres.

IMG_5590

Sebenarnya Naga tuh lucu banget, manis, kucing yang super manja dan loveable banget. Tapi karena masih terlalu kecil, saya juga nggak tega misahin sama Ibunya. Mungkin 2 atau 3 bulan lagi sudah mulai bisa dilepas. Jadi saya memutuskan untuk mengembalikan Naga ke pemiliknya dan menukar salah satu saudara Naga yang sudah agak besar.

IMG_5639

Sesuai dengan namanya, Naga itu jantan. Dan ini dia foto Ibunya. Cantik banget ya? Naga punya saudara kandung bernama Buno. Sayang saya belum sempat foto mereka semua. Selama di rumah saya Naga selalu mencari-cari Ibunya dan terus nggak mau makan. Sekarang yang ada di rumah saya saudaranya yang satu lagi, Mada. Untuk sementara waktu, saya merawat Mada dulu sampai Naga bisa dibawa ke rumah.

Sampai ketemu di cerita berikutnya ya.

Salam,

logo